Serpong,Mekraf.id – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pertanian berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan petani serta mendorong pera para petani muda agar aktif dan menjadi penggerak dalam perekonomian pertanian di Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan dengan pengelolaan irigasi maka berdampak pada meningkatnya produktivitas pertanian. “Efek yang langsung dirasakan petani adalah penambahan Indeks Pertanaman (IP) yang semula hanya satu kali setahun, bisa menjadi dua kali atau lebih dalam setahun”, ujarnya.

Mentan SYL juga meminta agar SDM pertanian ditingkatkan untuk mendukung pembangunan pertanian. Hal ini penting karena SDM adalah kunci pembangunan pertanian,” kata Syahrul.

Menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengungkapkan bahwa Program SIMURP bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian melalui peningkatan produktivitas per satuan waktu dan produktivitas per satuan luas. Irigasi berpengaruh terhadap lebih dari 40% produksi pertanian.

Adanya jaringan irigasi dapat menambah luas lahan sawah yang terairi. Dengan volume yang sama, air yang dialirkan dapat mengairi sawah lebih luas, karena air tersebut terdistribusi secara efisien, ujarnya.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluh) BPPSDMP Kementan, Bustanul Arifin Caya, dalam workshop bertema Peranan Petani Muda dalam Pengelolaan Irigasi melalui Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) SIMURP Komponen A Dan B Tahun 2022, Serpong (22/9/2022) menjelaskan kegiatan SIMURP ini selain untuk pengembangan KEP juga untuk mendorong kelembagaan pengelolaan air, yaitu P3A pada irigasi tersier. Dalam pengelolaan air itu perlu koordinasi dari Provinsi, Kabupaten dan Kota, khusunya wilayah yang sudah diatur waktu ketersediaan airnya.

“Dalam hal rehabilitasi irigasi dan pembuatan irigasi baru secara fisik merupakan kewenangan Kementerian PUPR, dari Kementan ialah pemanfaatan jaringan irigasi untuk peningkatan produktivitas, tata kelola tanaman pertanian. Karena dengan adanya kepastian ketersediaan air itu memudahkan kita menyusun waktu pergiliran tanaman di wilayah SIMURP”, ungkap Bustanul

Bustanul menambahkan untuk memperkuat KEP bisa dilakukan dengan 3 M yaitu (Men, Money, Material). M pertama motivasi dari Ketua dan anggotanya lalu Manajemen mengelola administrasi, bisnis, marketing, dan membangun networking atau jejaring kemitraan.

Kementan juga terus memperkuat kelembagaan ekonomi petani secara Manajamen SIMURP dan Umum, agar KEP yang ada di wilayah SIMURP adalah KEP yang dapat berbisnis, menghasilkan keuntungan yang tinggi sehingga akhirnya kesejahteraan petani Indonesia meningkat, tutupnya. (NF)