Pelaksanaan Kegiatan CSA Program SIMURP : Pembuatan dan Penggunaan Pupuk Organik Cair di Kelompok Tani Kubota I, Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo

Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) atau Proyek Modernisasi Irigasi Strategis dan Rehabilitasi Irigasi Mendesak merupakan proyek yang melaksanakan kegiatan Penerapan Teknologi CSA untuk mengoptimalkan penerapan budidaya pertanian komoditas Padi/Non Padi dengan menggunakan metode Pertanian Cerdas Iklim (CSA). Ada beberapa penerapan  teknologi CSA antara lain : Teknologi Hemat air/AWD (alternate wetting and drying), Penggunaan varietas unggul adaptif, pemupukan berimbang malaui penggunaan PUTS/PUTR, Pembuatan/ pengguanaan pupuk Organik, Teknologi Jajar Legowo, Penggunaan Kalender Tanam/ Katam, Pembuatan dan Penggunaan Pestisida Nabati  dan Alat penangkap Gas Rumah Kaca.

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur, program SIMURP mulai dilaksanakan tahun 2022 ini dengan lokus Daerah Irigasi (DI) Mbay di Kabupaten Nagekeo. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain Demplot CSA yang dilaksanakan oleh 32 kelompok tani. Kelompok Tani Tersebut terdiri dari 24 Kelompok Tani Inti dan 8 Kelompok Tani Satelit. Pemerintah Kabupaten Nagekeo dan Dinas Pertanian sendiri menyambut baik program ini dan akan mendukung secara penuh Pelaksanaan program SIMURP ini.

Salah satu Kelompok Tani yang menerapkan teknologi CSA adalah Kelompok Tani Kubota I dengan pelaksana demplot Bpk.Yohanes Dae yang telah melaksanakan penanaman padi seluas 1 HA dengan menggunakan benih label biru varietas Memberamo. Saat ini tanaman padi sudah berumur 15 hari.

Mendukung teknologi CSA, petani dilatih oleh Penyuluh Pertanian dari BPP Danga untuk membuat Pupuk Organik Cair (POC) dari bahan-bahan alami yang ramah lingkungan. Seperti kita ketahui bahwa Pupuk/ POC ini mempunyai peranan penting dan utama sebagai pasokan nutrisi bagi  tanaman agar pertumbuhannya lebih optimal, sehingga bisa mendorong peningkatan  produktivitas pertanian.

Pembuatan POC di poktan Kubota I dilaksanakan pada hari  Selasa, 05 Juli 2022 di rumah petani Bpk.Yohanes Dae dengan menggunakan bahan-bahan alami antara lain Daun kelor, Cangkang telur, Air Cucian beras, Air kelapa,  Bonggol pisang, Kecambah, Sabut kelapa dan Arang sekam. Bahan-bahan tersebut kemudian di cacah dan dihaluskan  kemudian  difermentasikan selama 14 hari menggunakan EM4 dan Molase. Bahan –bahan ini selain mudah didapat, murah dan tidak bernilai ekonomis tetapi memilki kandungan unsur hara baik makro maupun mikro yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman padi sawah.

Kegiatan pembuatan POC ini dihadiri  oleh para petani yang tersebar di KM II 3 Kiri Desa Marapokot Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo. Dalam Pelaksanaan pembuatan POC ini, petani memberikan respon yang positif dengan harapan aplikasi POC ini dapat meningkatkan  produksi tanaman padi sawah.

Selain pembuatan POC dari bahan-bahan yang ramah lingkungan, hal penting lainnya adalah bagaimana cara, waktu dan dosis yang tepat untuk mengaplikasikan ke tanaman padi sawah. Terkait hal ini, maka setelah masa fermentasi selesai, maka disepakati hari senin, 26 Juli 2022 bersama Tim PPL Pendamping Program SIMURP BPP Danga memberikan penyuluhan tentang teknik aplikasi POC ke tanaman padi sawah.

Dengan dilakukan pembuatan dan aplikasi POC dari bahan-bahan ramah lingkungan ketanaman padi sawah diharapkan dapat mengurangi ketergantungan tehadap pupuk kimia/anorganik, menekan biaya pengeluaran dan meningkatkan produksi tanaman padi. Hal ini juga menjawab permasalahan keterbatasan ketersediaan atau kelangkaan pupuk anorganik NPK  di wilayah irigasi Mbay.

Kedepan Para Petani diharapkan dapat membuat dan mengaplikasikan POC pada pertanaman padi dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ramah lingkungan sehingga prinsip pertanian berkelanjutan/Agriculture Sustainable dapat tercapai.