Menteri Pertanian, Syahrul Yasn Limpo (SYL) pada acara Pra Penas 2022 di Maros, Sulawesi Selatan, diselenggarakan tanggal 25-27 2022 mengatakan, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) harus menjadi pejuang pangan bagi Bangsa Indonesia yaitu dengan memperkuat pangan. Menurutnya pertanian sekarang tidak sedang biasa-biasa saja karena adanya perubahan iklim. “Kalian harus lebih kompak, untuk menghadapi tantangan yang semakin besar ini”, ujarnya.

“Lahirkan konsepsi-konsepsi terstruktur untuk menjadikan daerah kalian menjadi lumbung pangan, sehingga dalam menghadapi krisis pangan dunia ini, pangan Indonesia akan menjadi baik-baik saja. Lahirkan konsepsi pertanian yang baru, mungkin konsep tersebut belum menjadi program, tapi kedepannya bisa diaplikasikan”, ucap Mentan SYL. (25/6)

Dijelaskannya, krisis dunia yang terjadi sekarang membuat banyak negara inflasi. Amerika tidak pernah inflasinya diatas 1 persen, Jepang tidak pernah diatas 1 persen tapi sekarang Amerika sudah 8,1 persen Turki minus 6,2, tetapi Indonesia di bawah 3 persen karena ada pertanian yang menjadi bantalan ekonomi bangsa.

Hadir pula Gubernur Kaltim, Irsan Noor, yang juga Ketua Perhiptani Pusat beserta jajaran penyuluh dari seluruh tanah air. Demikian pula Gubernur Sulsel sebagai tuan rumah, 55 orang Bupati, dan 29 orang Wakil Bupati. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan, kegiatan Pra Penas merupakan salahsatu persipan untuk acara Penas tahun depan.

Hadirnya lebih dari 5000 peserta Pra Penas karena adanya kekompakan KTNA dan penyuluh. “Mungkin karena sudah tiga tahun covid mereka tidak bertemu dan sharing informasi, sehingga di acara ini mereka sangat antusias sekali”, tegas Dedi Nusyamsi.

“Ternyata yang menyelamat ekonomi bangsa ini dari covid adalah pertanian, dimana hampir semua sektor turun, tapi peetanian malah tumbuh positif, padahal anggaran Kementan 2022 turun tapi produksi malah naik. Ternyata kuncinya karena ada pemanfaatan KUR yang dimanfaatkan oleh petani bahkan aampai melapaui target. Itu yang menggerakkan pertanian kita”, ungkap Defi Nursyamsi.

Sementara itu, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluhtan), Bustanul Arifin Caya mengatakan, Pra Penas merupakan ajan silaturahmi. “Dimana saat pandemi mereka tidak melakukan temu profesi dan transfer pengetahuan. Melalui Pra Penas ini mereka bisa terfasilitasi kembali”, ujarnya.

“Mereka kesini biaya sendiri, itu membuktikan dalam kondisi pandemi mereka mampu memperlihatkan kontribusinya dan berarti ekonominya bagus. Kementan akan selalu memfasilitasi mereka dalam hal pendampingan, agar mereka lebih berdaya lagi dalam membangun pertanian kedepan”, ujar Bustanul. SY/NF