Maros,Mekraf.id – Salah satu kegiatan guna memotivasi dan menggairahkan petani-nelayan, petani hutan serta masyarakat pelaku agribisnis dalam pembangunan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan melalui kemitraan yang saling menguntungkan adalah Pra-Penas. Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya dalam memantapkan penguatan komoditi lokal untuk kemandirian pangan. Melalui kemandirian pangan diharapkan kesejahteraan petani meningkat

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan Pra-Penas merupakan ajang pertemuan antara petani nelayan. Selain itu, Pra-Penas juga sebagai wadah belajar mengajar, tukar menukar informasi dan berbagi pengalaman serta pengembangan kemitraan kata Mentan Syahrul

“Melalui Pra-Penas diharapkan dapat membangkitkan semangat, tanggung jawab serta kemandirian sebagai pelaku utama pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan, ujar Mentan Syahrul.

Pelaksanaan Pra-Penas tinggal seminggu lagi, dalam rangka menyatukan langkah dan mematangkan persiapan penyelenggaraan, Kementan bersama dengan Kelompok KTNA Nasional melakukan Rapat Koordinasi dengan Pemda Prov. Sulsel dan Kab. Maros, Jum’at (17) di Ruang Pola Kantor Bupati Maros yang dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nuryamsi mengatakan kegiatan PRA-PENAS dilaksanakan sebelum PENAS XVI untuk mempersiapkan dan merancang kegiatan-kegiatan PENAS XVI di Sumatera Barat.

“Pra-Penas akan menghadirkan 5.000 peserta merupakan media silaturahmi, sharing pengalaman, teknologi, pemikiran dan ide-ide bagi pertanian ke depan. Pangan sebagai sumber kehidupan, untuk itu kita harus menggenjot pangan dan menjadikan pangan lokal menjadi pangan dunia”, ujar Dedi.

Lebih lanjut, Dedi menyampaikan suksesnya Pra-Penas adalah sukses kita semua, kerja keras, lengkapi dan sempurnakan agar pelaksanaan Pra-Penas dapat berjalan dengan baik. Mari kita sukseskan Pra-Penas yang kegiatannya sangat strategis dalam menjaga ketersediaan pangan dan peluang meningkatkan ekonomi bagi para petani, tegasnya.

Mengawali sambutannya, Bupati Maros, Chaidir Syam menyatakan dalam rangka finalisasi dan pemantapan, Kabupaten Maros telah melakukan berbagai persiapan. Salah satunya mulai tanggal 19 Juni 2022 tidak akan ada kegiatan selain persiapan acara pembukaan Pra-Penas.

“Pembukaan adalah acara inti utama kita, untuk itu semua panitia akan melakukan persiapan dengan baik dan jangan sampai ada kesalahan (zero mistake), masing-masing bidang sudah harus berkonsentrasi full dengan tugas dan tanggung jawabnya” demikian Chaidir

Sementara, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Bustanul Arifin Caya menyampaikan terima kasih kepada Bupati Maros dan jajarannya yang sudah bekerja keras dalam mempersiapkan kegiatan Pra-Penas. Bustanul berharap pada rapat koordinasi ini, Panitia Pusat, Panitia daerah dan KTNA dapat menindak lanjuti hasil rapat koordinasi bidang pada 8 Juni 2022 lalu, bahwa setiap bidang harus memfinalisasi kesiapannya masing-masing. Mana yang belum dan mana sudah dilaksanakan.

Dilanjutkan dengan paparan kesiapan Pra Penas 2022 oleh Ketua Umum Kelompok KTNA Nasional Yadi Sofyan Noor menyampaikan progres kehadiran peserta yang sudah konfirmasi ke panitia penyelengara pusat sampai dengan 4 Juni 2022 sebanyak 4.666 peserta dari 34 Provinsi.

Sofyan menambahkan, panitia pelaksana agar memberikan informasi yang clear dan diupayakan membuat peta bicara dan jadwal kegiatan yang akan ditempatkan pada titik yang mudah dilihat oleh para peserta. Disamping itu informasi terkait objek wisata juga akan menambah semarak kegiatan Pra-Penas. (DH/NF)