Gunung Kidul,(31/5/22) – Petani Gunung Kidul semangat panen benih kacang hijau Pengembangan Petani Produsen Benih Tanaman Pangan (P3BTP) Berbasis Korporasi Petani TA 2022 di KT. Sedyo Lestari, Desa Karangasem, Kapenewon Paliyan, Kab. Gunung Kidul seluas 15 Ha, varietas Vima 1.

Penyulu Kapanewon Paliyan Ning Murniati mengunkapkan Hasil ubinan panen benih kacang hijau mencapai 1,2 ton/ha, Ning berharap Petani binaannya dapat memanfaatkan lahan sub optimal dibawah tegakan jati untuk bisa menyediakan benih kacang hijau di daerah sekitarnya.

“Panen terakhir bulan Mei ini sedikit terkendala oleh hujan terus menerus dan berdampak pada penjemuran. Hasil panen langsung di proses sebagai benih oleh mitra PB Utama”, ulas Ning.

Menurut Ning, bantuan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh petani sekitar hutan Paliyan, disamping mendapat pendapatan tambahan di bawah tegakan hutan jati, harga jual calon benih lebih tinggi dibandingkan jual konsumsi, dan pengalaman yang paling berharga adalah mereka mendapat ilmu baru membuat benih kacang hijau.

“Ke depan, petani di Paliyan masih sangat berharap mendapatkan alokasi perbenihan kacang hijau varietas Vima 1 dan Vima 3, dimana permintaan produsen bapia pathuk Jogja cukup besar + 523,8 ton, sementara untuk menanam kacang hijau benihnya selalu didatangkan dari luar provinsi dengan hasil produksi 315 ton dan masih kekurangan” sambungnya.

Ning menambahkam Varietas Vima 1 dan 3 bijinya kusam, mudah lunak, cocok untuk kumbu bapia pathuk makanan khas orang jogja. Ini peluang besar petani Gunung Kidul untuk menghasilkan benih sendiri.

“Selain Vima 1, pengalaman petani tanam varietas Vima 3, agak tahan terhadap genangan air, lebih adaptasi saat curah hujan tinggi, bijinya agak besar dan bijinya kusam dan mudah lunak seperti Vima 1” tambah Ning Murtiati

Plh Direktur Perbenihan, Mohammad Takdir Mulyadi Benih merupakan salah satu cikal bakal penentu keberhasilan budidaya tanaman selain penggunaan pupuk yang berimbang, Seperti yang selalu di gaungkan oleh Bapak Dirjen Tanaman Pangan Bapak Suwandi bahwa Kementerian Pertanian akan terus mendukung peningkatan produktivitas kacang hijau salah satunya melalui program Pengembangan Petani Produsen Benih Tanaman Pangan (P3BTP) Berbasis Korporasi Petani.

“Program ini mendorong petani menghasilkan benih bermutu mulai hulu sampai hilir untuk mendukung perbenihan nasional secara mandiri, berkelanjutan serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani” jelas Takdir.

Wahyu Abidin Shaf, PBT BP3MBTPH DIY mengatakan bahwa untuk mengawal pertanaman perbenihan kacang hijau yang akan dijamin mutu benihnya, harus melalui pengawasan sertifikasi yang ketat mulai dari pemeriksaan pendahuluan sebelum tanam sampai dengan panen sesuai peraturan perbenihan yang berlaku.

“Sesuai Kepmentan 620 tahun 2020 dan direvisi yang terbaru Kepmentan 966 tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, adapun aturan prosedur sertifikasi benih kacang hijau dapat melalui 3 (tiga) cara : 1) prosedur sertifikasi benih baku, 2) pemurnian varietas dan 3) sertifikasi benih varietas lokal” terang Wahyu

Di tempat berbeda Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyampaikan bahwa kedepan petani harus bisa menjadi produsen benih sendiri, tidak hanya benih kacang hijau tapi benih komoditas Tanaman Pangan Lainya.

“Dengan mampu menjadi produsen sendiri petani dapat menambah penghasilan lebih dan juga harga jual benih pasti lebih tinggi di banding konsumsi sehingga petani naik kelas nah ini seusai arahan Bapak Menteri Pertanian Bapak Syahrul Yasin Limpo yang selalu memotivasi kita untuk terus berinovasi, kreatif dan semangat mengembangkan sektor pertanian untuk pertanian indonesia maju,mandiri,modern” tutup Suwandi