Yudea Pratidina Anggota Komisi II DPRD Katingan sangat mengapresiasi Program yang dilaksanakan Balai Wilayah Sungai Kalimantan II di lokasi Katingan I, Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan. Dirinya meminta kepada masyarakat turut membantu semua proses pekerjaan hingga tuntas.

Sebagaimana diketahui, Program berbasis di Daerah Irigasi dan Rawa atau lebih dikenal dengan sebutan SIMURP (Strategic Irigation Modernization Urgently Rehabilitation Project) bertujuan untuk meningkatkan intensitas penanaman, peningkatan pendapatan petani dan mengurangi dampak emisi rumah kaca.

Tahun ini dana diangarkan Rp99 Milliar untuk rehab saluran irigasi yang bersumber dari APBN melalui Kementerian PUPR.

Hal itu diungkapkannya usai melakukan reses di Daerah Pemilihan II, Kecamatan Katingan Kuala, Senin (30/5 ).

Dia meminta masyarakat memberi sokongan penuh, karena apa yang dikerjakan bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Hasil reses di Katingan Kuala, masih banyak masyarakat yang kurang paham tujuan dari SIMURP. Padahal inti kegiatan untuk kesejahteraan masyarakat yang berdomisili di sana,” ungkapnya.

Dicontohkannya, ada beberapa warga yang merasa keberatan karena lahan pertaniannya berkurang akibat pembangunan jaringan irigasi. Lalu oknum itu mencoba menutup jalur yang terkena miliknya jika perusahaan tak membayar ganti rugi. Tentu yang sangat dirugikan adalah masyarakat berprofesi sebagai petani.

Untuk itu, Diapun mengingatkan warga merelakan tanahnya jika terkena pelebaran. Sebab tujuannya adalah memperlancar jaringan irigasi yang berimbas pada peningkatan produksi pertanian.

“Kita patut bersyukur hanya dua Provinsi yang mendapatkan bantuan program pertanian rawa di seluruh Indonesia, salah satunya di Katingan I, Kabupaten Katingan,” ulasnya.

Yudea mengapresiasi kinerja Kementerian PUPR dalam hal ini Balai Wilayah Sungai Kalimantan II. Kehadiran proyek di daerah pertanian rawa sangat membantu Pemerintah Kabupaten Katingan terkait APBD yang terbatas.

“Luar biasa, program-program yang mereka jalankan disana tak terjangkau APBD kita yang sangat terbatas. Seperti pemeliharaan saluran, rehab saluran, pembangunan siring beton dan pintu air, itu sangat memudahkan dalam hal pemeliharaan. Saya himbau masyarakat mendukung sepenuhnya program pembangunan irigasi modern itu,” pungkasnya.