Semarang, Mekraf.id – Guna mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan kesejahteraan petani, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) terus berupaya meningkatan kapasitas SDM pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

Untuk mendukung semua itu BPPSDMP melaksanakam kegiatan pemantauan dan evaluasi simurp komponen A tahun 2022 di Aruss Hotel Semarang, Jawa Tengah.

Kegiatan ini bertujuan mengantisipasi dampak negatif perubahan iklim global yang saat semakin terasa untuk membangun pertanian cerdas iklim atau Climate Smart Agriculture (CSA) yang tersebar di 24 Kabupaten dalam 10 Provinsi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan peningkatan SDM menjadi fokus utama Kementan. Tantangan cuaca merupakan yang harus dihadapi saat ini.

“Tantangan utama pertanian adalah memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarakat. Untuk mendukung hal itu, semua potensi harus dimaksimalkan, katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, climate change atau perubahan iklim menyebabkan elnino, kemarau berkepanjangan dan banjir. “Menyebabkan produksi turun bahkan akan gagalkan panen dan tanam. Petani kita bakal gagal dapat duit”, ujarnya saat membuka Pertemuan Pemantauan dan Evaluasi Kegiatan SIMURP Komponen A Tahun 2022

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Bustanul Arifin Caya mengungkapkan, dari dari laporan bahwa kegiatan SIMURP mampu menibgkatkan produktivitas dan penurunan gas rumah kaca. “Melihat manfaat kegiatan tersebut, lokasi proyek SIMURP yang awalnya hanya di 7 Provinasi, sekarang bertambah menjadi 10 Provinsi”, ujarnya.


Selain meningkatkan produktivitas, menurut Bustanul kegiatan SIMURP sekaligus sebagai penguatan fungsi penyuluhan. “Selama pandemi covid 19, APBN dan APBD fokus untuk menghadapi pandemi. Dengan kegiatan yang d biayai SIMURP memberikan kontribusi dalam mendukung pembangunan pertanian. Selain terus melakukan penguatan sinergi, kordinasi dan sinkronisasi lintas Kementerian untuk bekerja bersama salam pembangunan pertanian”, ujar Bustanul.