Jakarta, Mekraf.id – Direktorat Jenderal Tanaman Pangan memberikan dukungannya terkait penggunaan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI), hal ini selaras dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang SPBE untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya.

“Di era digital sekarang tuntutan akan penyajian data atau arsip surat -menyurat sangat penting” Ucap Bambang Pamuji Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan saat membuka sosialisasi penggunaan aplikasi Rabu siang (18/5/22) di Aula PJK 1.

Dinamika pekerjaan membuat beberapa pelayanan seperti surat menyurat terkesan lama, sulit ditelusuri keberadaan nya, apalagi isinya. Dengan sistem yang terintegrasi satu dengan yang lain seperti pada SRIKANDI, maka hal tersebut dapat mudah teratasi.

Srikandi merupakan aplikasi yang dirintis tahun 2020 oleh Lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia atau yang lebih dikenal dengan ANRI.

Bambang menambahkan Ditjen Tanaman Pangan telah menggeluarkan Surat Keputusan Dirjen Tanaman Pangan Nomor 92/HK.310/C/5/2022 tanggal 17 Mei 2022 tentang Pedoman Pelaksanaan Penerapan Aplikasi SRIKANDI Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. SK tersebut merupakan turunan dari Kepmentan Nomor 324/KPTS/TU.110/M/2022 tanggal 31 Maret 2022 tentang Penerapan Aplikasi SRIKANDI di Kementerian Pertanian.

“Saya harapkan dengan penggunaan aplikasi ini pelaksanaan persuratan dapat lebih efisien, efektif sehingga mampu meningkatkan produktivitas kerja” tuturnya.

Terkait kesiapan pelaksanaan penggunaan SRIKANDI, Edi Eko Sasmito, Kepala Bagian Umum Setditjen Tanaman Pangan mengungkapkan telah menyiapkan kelengkapan administrasi, kelengkapan perangkat keras dan bimbingan teknis.

“Keberhasilan aplikasi ini bukan hanya tentang seberapa canggih alat yang digunakan tetapi juga kemampuan para operator dalam menggunakannya” ucap Edi.

Edi menjelaskan bahwa dia focus terhadap peningkatan kemampuan para pengguna aplikasi, untuk itu pada tanggal 19-20 Mei 2022 akan dilaksanakan Bimtek secara marathon untuk mendukung kelancaran pelaksanaannya.

“Saya yakin dengan perangkat dan SDM yang ada, SRIKANDI dapat diterapkan oleh Ditjen Tanaman Pangan secara cepat dan berkesinambungan. Tinggal bagaimana kita me-manage sumber daya yang ada agar tetap konsisten sehingga nantinya dapat membudaya secara internal” Pungkasnya.

Edi berharap dengan terlaksananya implementasi SRIKANDI akan menjadi awal yang baik dalam proses digitalisasi arsip secara keseluruhan sehingga kualitas pengelolaannya lebih baik, tertib, dan terukur dengan tingkat ketertelusuran yang tinggi.