Kementerian Pertanian tidak berhenti melakukan pembinaan dan pendampingan pada kelompok tani (poktan), gabungan kelompok tani (gapoktan) dan kelompok wanita tani (KWT).

Hal ini dilakukan guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Termasuk membangun kelembagaan petani. Petani diharapkan mampu melaksanakan kegiatan yang tidak hanya menyangkut on farm bussiness saja, akan tetapi juga terkait erat dengan aspek-aspek off farm agribisinisnya.

Ini merupakan salah satu program yang digenjot Kementan melalui Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan program PHLN termasuk yang harus dimaksimalkan.

“Program PHLN membawahi sejumlah program yang tentunya kita harapkan bisa mendukung pembangunan pertanian. Untuk itu, kita berharap program-program itu bisa dimaksimalkan,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan semua program-program PHLN yang ada di BPPSDMP harus diintegrasikan dengan Pusat, Provinsi dan Kabupaten.

“Sehingga peningkatan produktivitas yang diharapkan dapat tercapai dan pertanian yang maju, mandiri dan modern dapat terwujud,” katanya.

Dedi juga menambahkan jika saat ini pertanian harus berorientasi bisnis atau keuntungan.

“Tujuannya untuk memberikan kesejahteraan kepada petani agar mampu mengelola hasil pertaniannya agar dapat meningkatkan kesejahteraannya,” tanya.

Sebagai penerima manfaat SIMURP, KEP Wana Tani Muda, Kamis (3/02/2022) mengadakan pertemuan di BPP Kecamatan Wanadadi Kabupaten Banjarnegara, dengan agenda pengembangbiakkan bakteri Nitrobackter.

Materi tersebut dipilih karena KEP Wana Tani Muda SIMURP memiliki kegiatan utama memproduksi pupuk organik dan bertekad untuk memanfaatkan bahan-bahan sekitar, termasuk bahan dekomposernya

Menurut Untung Setiyanto, salah satu pengurus KEP sekaligus alumni pelatihan pupuk organik Balai Pelatihan Pertanian Soropadan, alasan memilih dekomposer dari Nitrobacter buatan sendiri dikarenakakan ingin belajar dan menghemat biaya.

“Kita mengetahui bahwa Nitrobackter ini sangat diperlukan oleh tanah untuk proses nitrifikasi yaitu proses perubahan amonium menjadi nitrat. Nah Nitrat ini yang akan dimakan oleh tanaman,” ujarnya.

Untung Setiyanto juga menambahkan jika pupuk organik yang berasal dari kotoran ternak biasanya banyak mengandung amoniak. Dengan penambahan Nitrobacter tersebut, pupuk organik akan semakin mudah dan cepat terserap oleh tanah dan tanaman.

Dalam kesempatan ini, juga disepakati beberapa hal sebagai upaya untuk lebih memajukan kelembagaan, SDM dan usaha yang dijalankan oleh KEP, salah satunya adalah kesepakatan untuk mengelola KEP dalam bentuk semisal koperasi.

“Sekarang, anggota KEP kami memang baru 30 orang yang terdiri atas petani-petani milenial di Kecamatan Wanadadi. Namun, harapannya ke depan, dengan pengelolaan KEP yang lebih baik dan profesional, semoga dapat menarik petani-petani milenial lainnya, untuk bergabung bersama kami,” kata Sukir, Ketua Forum Petani Milenial Kecamatan Wanadadi. (RH/NF)