Probolinggo,Mekraf.id – Kementerian Pertanian (kementan) terus gencar turun ke lapangan bersama dinas pertanian kota probolinggo untuk memastikan ketersediaan pangan selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2022, salah satu nya dengan menggelar Bazar Pangan Murah berkwalitas di Kota Probolinggo. Kegiatan yang bekerjasama dengan Pemerintah Provisi Jawa Timur, Kabupaten Kota dan beberapa stakeholder ini akan digelar selama satu hari ini, Rabu, 27 April 2022.

Seperti halnya di provinsi Jawa Timur di beberapa kabupaten telah melaksanakan gelar pangan murah berkwalitas di 12 titik, sementara pada bulan Ramadhan ini telah dilaksanakan di 5 lokasi yakni Tuban, Bojonegoro, Pasuruan, Nganjuk dan Lamongan, termasuk Kota Probolinggo melakukan hal yang sama tepatnya di Kota Probolinggo pada hari Rabu (27/4) dilakukan gelar Bazar pangan murah. Direktur Serealia Ismail Wahab yang hadir mengatakan gelar pangan murah dalam rangka memberikan jaminan stok pangan pokok terhadap masyarakat dan ini sudah dilakukan beberapa kali di Jawa Timur dan provinsi lainnya seperti Jawa Tengah” Pungkasnya.

Dasar kami lakukan ini adalah Sebagai langkah memastikan ketersediaan pangan bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memerintahkan semua jajarannya turun ke lapangan untuk melakukan validasi dan faktualisasi kondisi di lapangan.” Ujar Direktur Serealia.

Selanjutnya telor ayam yang saat ini kami persiapkan atas partisipasi kerja sama PT. Lumbung Mineral Internasional dan Pemkap Probolinggo guna mendukung kestabilan harga sekaligus gelar bazar murah untuk masyarakat disekitar Kecamatan Kanigran Kelurahan Tisnonegaran ujar Ismail Direktur Serealia, kerja sama PT. Lumbung Mineral Internasional selaku penyokong Pangan Murah berupa Telor dengan Harga 20.00/kilo, harga ini diluar dari harga pasar rp26.000.” pungkas Ismail.

ini bukan dari kami sendiri memberikan diskon tanpa anjuran tanpa paksaan kesadaran dan pengusaha dengan harga yang lebih murah untuk persiapan buat masyarakat dalam peningkatan ketahanan pangan dan kestabilan bahan pagan.” Ujar Ismail

Ditempat yang sama Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zaenal Abidin ikut hadir menyaksikan Bazar Murah, Kerjasama Pemkop Probolinggo dan Kementerian Pertanian, Hal ini yang diharapkan oleh masyarakat kehadiran pemerintah maupun tingkat pusat dan daerah untuk bersama-sama berkolaborasi saling mengisi dan mensuport dikarenakan harga-harga di bulan-bulan seperti ini lonjakan begitu luar biasa dengan adanya semacam gerakan-gerakan seperti ini sangat besar manfaatnya mudah-mudahan kita bisa tingkatkan bisa kita kembangkan untuk tahun-tahun ke depannya,” lanjut Hadi.

Tapi saya berharap pada masyarakat jangan sampai panik di dalam kenaikan kenaikan harga. Belilah sesuai dengan kebutuhannya jangan sampai beli berlebihan karena termakan oleh isu-isu stok dan lain-lainnya. Karena dari situlah kelangkaan itu ada karena beli-beli terlalu over dari masyarakat yang menimbulkan kelangkaan stok di lapangan mudah-mudahan ini bisa bermanfaat dan terima kasih kepada bapak Ismail yang sudah ikut bersama-sama di dalam kegiatan pasar murah ini mudah-mudahan ini menjadikan ladang amal ibadah kita di dalam pemangku kebijakan memberikan suatu solusi yang bermanfaat bagi masyarakat, selanjutnya kami mengucapkan terimakasih pada Bapak Menteri Pertanian mudah-mudahan ke depan bisa ada pola-pola kolaborasi yang lebih kita tingkatkan sehingga keberadaan support dari Kementerian Pertanian juga itu dirasakan manfaatnya buat masyarakat mudah-mudahan kita tingkatkan untuk tahun-tahun ke depan.”Tutup Habib Hadi

Ditempat yang berbeda hari yang sama Direktur Serealia Ismail Wahab bersama Tim pemantau kestabilan harga bertolak ke Pasar Bawang Dringu, Ismail langsung menyapa salah satu pengepul bawang merah Bapak Selo. Untuk harga bawang merah saat ini, Rabu 27/4 Rp. 22.500/perkilo harga ini masih fluktuasi bila dibandingkan Minggu yang lalu harga bawang merah mencapai 25.000 /kilo. Sedangkan untuk stok bawang merah sangat mencukupi bahkan sampai bulan Oktober menjelang panen kembali. Pungkas Ismail.

Hal yang senada juga disampaikan oleh Bapak Selo selaku pengepul bawang merah selama 7 tahun melakukan distribusi pengiriman bawang merah dibeberapa pasar di Jawa Timur mulai dari Banyuwangi, Jember, Malang, Surabaya dan Pasuruan. Untuk bawang merah saat ini Alhamdulillah tercukupi hingga Oktober menjelang panen, dan sekaligus kami mohon kepada pemerintah pusat agar tdk impor bawang merah demikian Pak Terimakasi ujar Bapak Selo dihadapan Direktur Serealia.