Surabaya,Mekraf.id – Tim Kementan yang bertugas memantau ketersediaan pangan strategis di Jawa Timur mengunjungi Pasar Induk Wonokromo hari Selasa (26/4). Sebagaimana arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo bahwa jajaran Kementan diminta untuk memantau ketersediaan pangan strategis di seluruh Provinsi.

Dilaporkan Kepala Pasar Wonokromo, Ketut, tidak ada bahan langka utk 12 bahan pokok di pasar induk ini. “Untuk pasar Wonokromo, setiap hari kita memang selalu update baik stock, ketersediaan maupun harga kita adakan petugas khusus yang bertugs mengupdate dan mengirim setiap hari harga dab ketersediaan,” ujarnya.

Harapan Ketut jika ada beberapa barang langka, sedini mungkin terdeteksi dan segera dapat dilakukan koordinasi dengan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan serta Disperindag Jatim utk diambil langkah-langkah.

Seperti salah satu contoh langkah-langkah operasi pasar. Menurutnya itu salah satu langkah untuk menekan supaya ketersediaan tetap ada dan harga menurun. Karena ketersediaan mesti harus terjaga. “Jika tidak tiap tahun kita akan melaksanakan kegiatan keagaamaan dan harga naik, maka dari itu solusinya kita sering komunikasi antar instansi sehingga tahun ke ke depan bisa stabil dan jangan sampai kurang,” ujarnya.

Sementara itu Direktur Serealia Isma Wahab menyatakan ketersediaan di Jatim itu surplus kecuali memang kedelai dan bawang putih yang merupakan impor. Selama ini Jatim sudah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yg ada di Jatim bahkan mampu memberikan supply ke 16 provinsi di seluruh Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari produksi sepertu bawang merah dan cabe itu sudah surplus. “Jadi untuk ketersediaan sudah aman, menurut hitungan kami bisa sampai 3 bulan ke depan,” kata Ismail meyakinkan.

Jawa Timur adalah barometer pertanian Indonesia. Maka menurut Dirjen Tanaman Pangan Suwandi, Jawa Timur menjadi patokan. “Apabila Jatim bermasalah maka bermasalah lah pertanian di seluruh Indonesia. Apabila Jawa Timur kondisinya aman sepertu ini Insyaallah Se Indonesia semua akan aman. Dan ini semua didukung oleh produksi pertanian kita yang cukup baik dan bisa memenuhi kebutuhan masyaeakat selama ramadhan dan lebaran nanti,” pungkas Suwandi.