Ungaran,Mekraf.id – Setelah kemarin sukses menggelar pasar murah produk petani di Kecamatan Bener Kabupaten Puworejo, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hari ini kembali melaksanakan Bazar Pangan yang melibatkan instansi lingkup pertanian, ketahanan pangan, peternakan, perikanan, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian, distributor pangan dan lainya kurang lebih sebanyak 30 buah stand di Komplek Pertanian Taru Budaya Ungaran – Semarang.

Pelaksanaan kegiatan ini untuk mendekatkan pasar kepada masyarakat supaya dapat terbantu memperoleh harga yang murah. Supriyanto, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah sangat senang bisa terlaksana Bazar Pangan ini. “Kami adakan ini sebagai tindaklanjut arahan Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa seluruh Provinsi diminta mengadakan pasar murah/petani atau bazar pangan. Yang pasti tujuan utama agar konsumen bisa mendapatkan harga yang lebih murah,” kata Supriyanto.

Supriyanto meyakinkan bahwa ketersediaan pangan aman. Terutama 12 barang pokok strategis, tidak terkendala penyediaannya selama ini. “Terima kasih tentunya kami sampaikan kepada jajaran Kementan yang selalu mendukung dan memberikan motivasi untuk keberhasilan pembangunan sektor pertanian di daerah ini dan sekaligus sebagai penyangga pangan nasional,” sebutnya.

Sementara itu Suwandi Direktur Jenderal Tanaman Pangan sekaligus sebagai Penanggung Jawab Tim Pengawalan dan Monitoring Ketesediaan dan Harga Pangan Provinsi Jawa Tengah menyatakan 12 komoditas pangan terdiri beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabe merah keriting, cabe rawit merah, telur ayam ras, daging ayam ras, daging sapi, gula konsumsi dan minyak goreng tidak boleh bersoal dalam arti ketersediaan dan harga di masing-masing daerah harus aman dan terkendali serta berkesinambungan.

“Jajaran Kementan mendapat tugas Bapak Mentan mengawal ketersediaan pangan di seluruh Provinsi, dan kami di Direktorat Jenderal Tanaman Pangan semua sedang turun ke lapangan mulai dari DKI, Jateng, DIY, Jatim sampai Bali untuk melakukan kegiatan yang sama seperti disini, melakukan pengawalan ketersediaan pangan dari Ramadhan sampai lebaran nanti,” sambung Suwandi.

Suwandi meminta semua pihak dapat meyakinkan kondisi pangan yang tidak terkendala, jika ada dinamika harga tentu sebagai suatu kewajaran di saat musim seperti ini.