Tangerang, Beritasatu.com – Dalam rangka pengembangan kelembagaan tani menjadi Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP), Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertnian (Kementan) melalui Pusat Penyuluhan Pertanian (Puslatan) menyelenggarakan

Bimbingan Teknis (Bimtek) Kelembagaan Ekonomi Petani bagi Kelembagaan Petani di lokasi IPDMIP Wilayah Sumatera. KEP sendiri didesain untuk kemandirian dan kesejahteraan petani.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, KEP merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan pembangunan pertanian nasional.

“Tujuan pembangunan pertanian adalah menyediakan pangan bagi 273 juta penduduk di Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani dan meningkatkan ekspor pertanian elalui peningkatan produktivitas, kualitas, kontinuitas komoditas pertanian,” katanya.

Kepala Badan PPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menjelaskan, lembaganya sebagai Unit Kerja Kementerian Pertanian mempunyai lima program unggulan. Salah satu di antaranya adalah Peningkatan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP).

“Kami tidak pernah berhenti melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kapasitas SDM pertanian. SDM merupakan faktor penting dalam pembangunan pertanian,” kata Dedi.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Puslatan), Bustanul Arifin Caya menyampaikan bahwa kegiatan dana dekonsentrasi akan dievaluasi per triwulan, pada Juni 2022. Dikatakannya lembaga yang realisasinya masih rendah akan ditinjau kembali dan pendanaannya akan dialihkan ke wilayah lain.

“Kegiatan SIMURP di kabupaten harus mempunyai manfaat nyata atau menyentuh ke petani yang dapat meningkatkan produktivitas, produksi dan kualitas. Hindarkan yang sifatnya pertemuan-pertemuan, apalagi tumpang tindih dengan kegiatan pusat dan provinsi,” tutur Bustanul.

Dikatakan Bustanul, kegiatan dekonsentrasi agar dipakai untuk pendampingan petani, antara lain kegiatan SL, demplot, pelatihan dan lainnya, guna peningkatan produksi dengan melakukan efisiensi. “Sehingga ada penghematan biaya usaha sebagai dampak pemanfaatan alsintan dan IT dengan menerapkan digitalisasi seperti dalam penerapan Smart Farming,” tutur Bustanul.

Salah satu upaya meningkatkan produktivitas, efisiensi usahatani dan daya saing petani dilakukan melalui kegiatan penumbuhan dan pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) yang merupakan salah satu terobosan dalam rangka pemberdayaan petani untuk pengembangan usaha yang dikelola oleh petani secara profesional di sektor pertanian.

Kegiatan bimtek diikuti 45 peserta terdiri dari kepala bidang, kepala seksi dan pejabat yang menangani penyuluhan pertanian, koordinator BPP, dan Kepala Kelompok Tani/Gabungan Kelompok Tani.

Bimbingan Teknis Penumbuhandan Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani diselenggarakan pada tanggal 21-23 April 2022 di Hotel Santika ICE, Bumi Serpong Damai.

Acara dibuka oleh Bustanul Arifin selaku Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian secara virtual. Pada saat bersamaan juga dilangsungkan kegiatan SIMURP dan Bimbingan Teknis Pembuatan Video. (NF)