Pulang Pisau,Mekraf.id – Alsin pascapanen paket SP3T bantuan pemerintah pusat mendorong petani untuk meningkatkan produksi padi dan kualitas hasil.

Rianto, anggota kelompok tani Sumber Makmur, desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau merasa kesulitan untuk melakukan proses pascapanen padi karena keterbatasan alat dan mesin pascapanen. Kapasitas penggilingan yang rendah dan keterbatasan tenaga kerja panen menyebabkan petani kewalahan untuk mempertahankan kualitas dan memproduksi beras.

Tahun 2019, Poktan Sumber Makmur akhirnya mendapatkan bantuan paket SP3T dari Kmenterian Pertanian (Kementan) yang terdiri dari alsintan pascapanen combine harvester besar, vertical dryer, RMU, dan automatic weighing packing. Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T) merupakan program yang diluncurkan pemerintah pusat untuk mendukung petani dalam meningkatkan nilai tambah melalui produksi gabah kering giling atau beras.

“Saat ini, petani mampu menghasilkan Rp 120 juta/tahun dari pemanfaatan paket bantuan SP3T. Pemanfaatan optimal combine harvester menghasilkan 60 juta/tahun melalui jasa sewa yang ditawarkan kelompok. Pengeringan, penggilingan dan penjualan beras menghasilkan keuntungan 60-70 juta per tahun,” ujar Rianto.

Dengan adanya paket bantuan alsintan pascapanen, poktan Sumber Makmur telah melakukan perluasan gudang dan pengecoran lahan di depan bangunan serta penyimpanan gabah kering. stok gabah di gudang yang siap digiling per tanggal 22 April sebanyak 65 ton atau senilai 260 juta.

Rianto berencana ke depan akan melakukan penambahan mesin combine harvester besar untuk meningkatkan pasokan gabah. “Selain itu, kami sedang melalukan kerja sama dengan Balai Besar Pascapanen, Kementan untuk memproduksi beras premium melalui peningkatan kinerja mesin RMU dan dryer serta grader,” jelasnya.

Sementara itu, Gatut Sumbogodjati Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan Poktan Sumber Makmur. “Bantuan Pemerintah merupakan stimulan bagi petani untuk dapat Mandiri dan lebih Maju dalam meningkatkan produksinya”, sebutnya

Gatut juga menyampaikan bahwa petani harus mulai beralih menjadi produsen beras kemasan berlabel, tidak hanya produksi beras curah saja.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyebutkan mekanisasi pertanian merupakan salah satu hal yang menjadi menjadi fokus Mentan Syahrul Yasin Limpo bahwa pertanian harus Maju, Mandiri, dan Modern. Pertanian harus naik kelas, ekspor beras, pemerintah mendukung penambahan modal dan investasi melalui dana KUR.

“Kami berharap nantinya keseluruhan proses hulu – hilir dikorporasikan dengan baik dan pada aspek permodalan memanfaatkan fasilitasi dengan KUR. Saya harap dengan tambahan investasi ini kualitas beras makin baik dan bisa kontinu menembus pasar ekspor,” kata Suwandi.