Temanggung,Mekraf.id – Program SIMURP Kementan melalui kegiatan Training of Trainer (ToT) Climate Smart Agriculture (CSA) kembali dilanjutkan. Kali ini wilayah Jawa Tengah yang mendapatkan giliran.

Mentan Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan harapannya agar para penyuluh bisa mentransformasi ilmu yang sudah didapat kepada petani di lapangan “Pelatihan ToT CSA SIMURP sangat bagus. Sebab, mengajarkan penyuluh bagaimana menjalankan pertanian yang cerdas iklim. Dan kita harapkan dari pelatihan ini penyuluh bisa menjadi pelatih buat petani di lapangan. Jadi transformasi ilmu bisa terjadi,” kata Mentan SYL.

Selain itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi juga menyebut bahwa ToT CSA SIMURP ini membantu para petani untuk mengantisipasi dampak negatif perubahan iklim dunia. Hal ini juga senada dengan tujuan dunia untuk mengurangi penggunaan bahan-bahan berbahaya yang bisa menciptakan perubahan iklim dunia

Kegiatan Training of Trainer (ToT) Berbasis CSA, diselenggarakan di Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 11-14 April 2022 di Balai Pelatihan Pertanian (BAPELTAN) Soropadan, Pringsurat, Kabupaten Temanggung.

Kegiatan CSA bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas, mengajarkan budidaya pertanian yang tahan terhadap perubahan iklim, mengurangi resiko gagal panen, mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK)

Pelatihan Training of Trainer (ToT) diikuti 148 peserta yang dibagi menjadi 5 angkatan dari berbagai daerah seperti Kebumen, Demak, Brebes, Purworejo, dan Grobongan . Dalam pelatihan ini menggunakan metode pembelajaran dengan tatap muka dan praktek mengenai 11 modul yang telah disusun oleh para pakar yang telah disampaikan pada para pengajar/fasilitator ToT.

Dengan diadakan kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani khususnya di daerah irigasi proyek SIMURP. Khususnya untuk menerapkan CSA, sehingga produksi pertanian bisa meningkat dan tentunya kesejahteraan petani juga semakin baik.(NF/FD)