Dalam rangka menjamin ketersediaan bahan pangan pokok selama Ramadhan dan menjelang Lebaran tahun 2022, Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah di seluruh provinsi yang ada di Indonesia melakukan pengawalan dan monitoring ketersediaan pangan dan harga 12 bahan pokok. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta seluruh jajarannya di Kementan untuk turun langsung ke lapangan, mengawal ketersediaan pangan dan harga bahan pokok, terutama pada saat bulan Ramadhan hingga Lebaran nanti.

Sebagai bentuk tindak lanjut dari arahan Mentan SYL, Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto membagi jajarannya untuk melakukan tugas pengawalan ketersediaan pangan pokok.

“Saya membagi tugas untuk memantau dan mengawal ketersediaan pangan pokok. Ini dilakukan agar stok dan harga pangan pokok dapat stabil, terutama selama Ramadhan dan menjelang Lebaran nanti. Saya sendiri turut terjun langsung memantau kondisi di Garut,” ujar Prihasto, saat dihubungi terpisah.

Salah satu lokasi yang dikunjungi oleh Tim Direktorat Jenderal Hortikultura adalah Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam pengawalan dan monitoring, 12 bahan pokok yang menjadi prioritas adalah beras, jagung, kedelai, telur ayam, daging ayam, daging sapi, cabai rawit, cabai merah, bawang merah, bawang putih, minyak goreng dan gula pasir. Di Provinsi Kalimantan Tengah, data ketersediaan dan harga yang diperoleh dari 14 kabupaten dan kota secara rutin dilaporkan setiap hari Jumat melalui Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertanian.

Berdasarkan pantauan pada Sabtu dan Minggu, 9-10 April 2022 terhadap pelaku pasar termasuk pedagang besar, distributor eceran, dan gudang BULOG di bulan Ramadhan, hingga memasuki hari ke-8, didapati kondisi ketersediaan dan stok pangan di Pasar Kahayan dan Pasar Besar Palangkaraya yang ada di Kota Palangkaraya serta Pasar Rakyat Handep Hapakat yang ada di Kabupaten Pulang Pisau cenderung aman. Kondisi seperti ini diharapkan akan terus berlangsung hingga lebaran tiba. Menurut sejumlah pedagang dan distributor yang ditemui, diketahui bahwa untuk Ramadhan kali ini pasokan bahan pangan pokok masih lancar dan tidak ada kelangkaan, serta kenaikan harga juga masih tergolong wajar.

Direktur Perbenihan Hortikultura sekaligus penanggung jawab (PJ) Provinsi Kalimantan Tengah, Inti Pertiwi Nashwari melakukan monitoring langsung ke Pasar Besar Palangkaraya pada Senin (11/04). Hasil pemantauan menunjukkan bahwa ketersediaan bahan pangan pokok dalam kondisi aman.

“Pagi ini kami di pasar mengecek ketersediaan bahan pangan pokok. Semua dalam kondisi yang aman. Aman dalam arti ketersediaan tidak bermasalah dan pasokan lancar, serta stok masih ada. Saya bisa pastikan bahwa ketersediaan pangan di Kalimantan Tengah khususnya di Palangkaraya masih baik dan Insya Allah sampai lebaran. Pedagang juga semuanya menyatakan saat ini kondisi pasar masih baik,” ungkap Inti saat menghadiri Pembukaan Gelar Pangan Murah Pasar Mitra Tani/Toko Tani Indonesia Centre (TTIC) di Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah.

Inti menambahkan, kemungkinan besar tidak akan ada gejolak berarti, selama distribusinya lancar. Hal ini pengecualian jika ada gangguan distribusi yang diakibatkan oleh banjir atau keterlambatan jadwal berangkat kapal.

“Selama tidak terjadi hal itu, dipastikan semua stok aman,” tambahnya.

Ketersediaan yang cukup juga ditunjukkan dengan stok bahan pangan pokok yang melimpah dalam gudang distributor maupun di pedagang. Pasokan komoditas hortikultura cabai dan bawang merah untuk Kota Palangkaraya dan kabupaten lainnya yang berasal dari Jawa Timur dan Kalimantan Selatan, serta ketersediaan bawang putih juga dalam kondisi aman.

Komoditas pangan utama yang berasal dari pabrikan seperti gula pasir dan minyak goreng ketersediaannya relatif aman karena di Kalimantan Tengah terdapat tiga pabrik minyak goreng, yaitu PT Sinar Alam Permai (Wilmar Internasional) dan PT. Citra Borneo Indah (CBI Group) di Kotawaringin Barat serta PT. Sukajadi Sawit Mekar (Musim Mas Grup) di Kotawaringin Timur yang siap memasok minyak goreng ke seluruh provinsi. Sementara itu, untuk gula pasir, pasokan berasal dari Pulau Jawa yang stoknya sebagian besar disimpan di gudang distributor di Kota Banjarmasin.

“Ketersediaan beras, daging sapi, daging ayam, telur, dan kedelai, meskipun dipasok dari luar Kalimantan Tengah, namun masih dipastikan aman,” ujar Inti.

Kondisi ketersediaan stok pangan utama ini turut dikuatkan oleh pernyataan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, H. Nuryakin saat menghadiri acara GPM PMT/TTIC. Nuryakin menyatakan bahwa ketersediaan pangan aman dan hijau.

“Pertama, pada prinsipnya Kalteng ini aman. Kedua, kita ini dipantau bahkan ini tim dari kementerian turun memastikan dan memang betul hijau. Namun, yang lebih penting sebenarnya adalah jalur distribusi. Ini bisa saja trouble. Darat laut akan kita pastikan. Karena kebijakan pemerintah untuk transportasi ketersediaan pangan itu sifatnya wajib, tidak ada istilah siapa yang bisa menahan,” tutup Nuryakin.