Sumba Tengah,Mekraf.id – Wakil Bupati Sumba Tengah Daniel Landa melakukan panen jagung program food estate bersama kelompok tani Embun Pagi yang di Desa Dasa Elu, Kecamatan Katiku Tana Selatan. Usai melakukan panen jagung, Wabup Daniel memimpin masyarakat setempat melakukan penanaman kacang tanah di lokasi tersebut.

Wabup Daniel memberikan apresiasi atas keberhasilan yang diraih oleh kelompok tani Embun Pagi. Ia terus mendorong dan memotivasi para petani untuk terus semangat dalam bekerja.

“Keberhasilan yang kita peroleh hari ini merupakan wujud dari semangat dan kerja sama serta kerja keras kita mulai dari kelompok tani, PPL, Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten, karena itu teruslah bekerja mengusahakan lahan-lahan yang masih ada untuk dikelola menjadi lahan yang produktif agar dapat ditanami aneka komoditas unggulan lainnya,” sebut Wabup Daniel.

Ia berpesan agar target produksi yang dicapai terus ditingkatkan dari waktu ke waktu. “Habis panen ini langsung siap lagi untuk tanam jagung kedua, dan saya bersama Bapak Bupati akan datang untuk tanam apabila lahan sudah siap. Inilah caranya untuk bisa meningkatkan produksi sekaligus mengejar indeks pertanaman menjadi 2 kali,” ucapnya.

Usai melakukan panen jagung, Wakil Bupati bersama kelompok tani Embun Pagi melanjutkan penanaman kacang tanah yang berada di sekitar lokasi panen jagung.

Diketahui jagung milik kelompok tani Embun Pagi yang dipanen pada lahan seluas 1 ha diperoleh hasil ubinan yang dilakukan oleh PPL sebanyak 9,5 ton. Ia berharap kegiatan ini terus berlanjut di seluruh tempat atau lahan yang ada, sehingga produktif untuk kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu Dierktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi saat diwawancara terpisah menyebutkan food estate di Sumba Tengah tahun 2022 ini targetnya akan mencakup luasan 13.000 hektar untuk komoditas Padi, jagung, sorghum, kacang hijau dan kacang kedelai.

Suwandi berharap program food estate di Sumba Tengah mampu menggerakan roda ekonomi keluarga petani, umumnya masyarakat Sumba Tengah yang selama ini bergantung pada sektor pertanian. Ke depannya program Kementan ini mampu berkontribusi besar terhadap peningkatan indeks perekonomian di Kabupaten Sumba Tengah.