Jakarta,Mekraf.id – Badan Pangan Nasional / NFA (National Food Agency) kolaborasi semua pihak diantaranya BUMN BULOG, Holding Pangan ID FOOD, Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI), Jaringan Pemotongan dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI), BUMD Dharma Jaya, Pemprov DKI, Importir daging dari Private Sector, memastikan stok daging aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Pangan Nasional / NFA Arief Prasetyo Adi saat meninjau langsung kedatangan daging impor oleh BULOG di New Priok Container Terminal One, Jakarta. (5/3)

“Saya kolaborasi BUMN BULOG, Holding Pangan ID FOOD, BUMD DHARMA JAYA, Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI), Jaringan Pemotongan dan Pedagang Daging Indonesia
(JAPPDI) memastikan stok daging aman.” Jelas Arief (5/3).

Kepala NFA Arief menambahkan bahwa terdapat beberapa pilihan daging untuk stok memenuhi kebutuhan masyarakat mulai dari frozen daging kerbau, frozen daging sapi serta sapi dari sentra produksi Indonesia.

“Saya bersama pedagang daging memastikan juga dengan variasi
produk pilihan sehingga semua masyarakat bisa terpenuhi kebutuhannya dengan harga yang baik,”terangnya.

Jadi, lanjut Arief, akan ada Hot Meat / daging segar, daging sapi frozen, kerbau frozen, kita akan pastikan ini semua ter-delivered dengan baik sebelum puasa dan lebaran.

Arief melanjutkan bahwa pekan ini Badan Pangan Nasional/NFA bersama Kementerian Pertanian akan mulai melakukan visit ke beberapa Peternak Sapi untuk melakukan pengiriman sapi hidup dalam rangka memenuhi pasokan hot meat pasar di Jabodetabek dan Bandung Raya.

“Presiden Joko Widodo memerintahkan kita semua Menteri terkait untuk kolaborasi, sehingga tidak gaduh lagi masalah daging, saya pastikan supply ke teman – teman pedagang itu baik.” Katanya.

Gerak Cepat dari Stakeholders Pangan Nasional ini searah dengan perintah Presiden Joko Widodo yang meminta Arief Prasetyo Adi sebagai Kepala Badan Pangan Nasional dapat menyelesaikan masalah Pangan saat ini sejak dilantik 21 Februari 2022 lalu dalam rapat-rapat sebelumnya di Istana Negara.

Menurutnya ini akan sangat baik bila dikerjakan kolaborasi semua pihak bersama BUMN, BUMD, Private dan Asosiasi – Asosiasi yang ada, sehingga masyarakat akan dapat pilihan daging seperti Daging Sapi, Daging Kerbau Beku atau Daging Sapi Segar/Hot Meat.

Arief melanjutkan kalau sumber ketersediaan stok ada lokal dan dilengkapi dengan sumber impor.

Ia mengatakan BUMN Holding Pangan ID FOOD melalui PT Berdikari juga telah menerima penugasan dari Pemerintah untuk kontribusi penyediaan stok daging sapi Brazil.

“Impor memang harus dikurangi tetapi bukan berarti cadangan pangan kita tidak baik, saya akan bersama Kementerian Pertanian mendorong optimalisasi Sentra sapi untuk memenuhi produk lokal.” terangnya.

Selain itu, Ketua Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI), Achyat mengatakan sesuai arahan Badan Pangan Nasional, akan bersama – sama memastikan ketersediaan daging mencukupi dan harga yang baik memenuhi kebutuhan masyarakat.

Senada yang sama, Direktur Utama (PD) Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman juga mengatakan siap bersama – sama Badan Pangan Nasional dalam memenuhi ketersediaan daging dan dengan harga yang baik memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Mokhamad Suyamto menambahkan dalam mendukung percepatan stok daging nasional, Ia mengatakan dari kontrak tahap pertama sebanyak 20 ribu ton yang dilakukan oleh BULOG, per hari ini sudah tiba sebanyak 60% dan sampai akhir Maret ini akan rampung 100%.

——————————
Badan Pangan Nasional / NFA (National Food Agency)