Aceh,Mekraf.id – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo ( SYL) melakukan panen padi di Desa Blangmiro kecamatan Simpang 3, Kabupaten Aceh Besar. Panen dilakukan pada kelompok Tani Usaha Maju 01 di atas hamparan 71 ha dengan Varietas IR 64 Ciherang dan dan Impari 42.

Dalam sambutan SYL mengatakan, “ Aceh bagus banget ya, ada gunung, ada bukit bukit,padi dan laut. Kurang apa aceh ini “ tuturnya. SYL merasa sangat kagum sekali dengan alam yang ada di aceh, beliau sangat yakin Aceh bisa mendapatkan banyak prestasi dibidang pertanian didukung dengan pemerintah yang peduli. “ Banyak tempat yang tidak seperti ini, tidak ada alasan untuk tidak jadi juara karena semua syarat ada disini “ tambah SYL.

“ Syarat suatu daerah maju adalah pemerintahan nya harus peduli ,turun ke bawah, liat sampai pelosok dan saya akan backup sepenuhnya “ tambahnya lagi.

Mentan SYL meminta kepada Kepala Dinas Pertanian untuk bisa memploting menjadi Integreted Farming dan bisa ditingkatkan pertanaman nya menjadi pertanaman IP400 “ Sayang sekali kalau 1 musim tanam terlewatkan “ kata SYL.

Lebih lanjut SYL meminta untuk bisa memanfaatkan KUR, “ Pertanian tidak ada yang rugi jangan ragu ambil kur. Dari semua kur yang tersalurkan yang macet hanya 0.03 %. Supaya aceh bisa lebih maju dan berkembang karena Aceh sudah punya modal semua nya “ harapnya. Selanjutnya SYL meminta untuk bisa meningkatkan kualitas produksi dengan memperbaiki varietasnya, dryernya dan dibuatkan embung sehingga aliran air bisa continue.

Sementara itu Gubernur Aceh Nova Iriansyah pada pidato sambutannya menyampaikan sangat berterimakasih dan bahagia atas kehadiran Menteri Pertanian untuk bisa melakukan panen padi di Aceh ini. “ Saya sangat bersyukur Pak Menteri sudah ada di aceh lagi untuk bisa panen bersama. Dan saya sangat lega Pak Menteri sudah bia mengidentifikasi dalam usaha kami menanam padi. Juga para eslon 1 sudah melihat kondisi nya” jelas dengan penuh rasa bahagia.

“ Kami berharap arahan dan petunjuk dari bapak yg lebih panjang dan jelas. Ada kondsi yang menyenangkan dalam kondisi covid ini dan alhamdullialh sektor pertanian tetap bertumbuh dan mempunyai progres yg baik “ kata Nova.

Gubernur Aceh juga menyampaikan bahwa nilai tukar petani saat ini sudah lebih baik dari sebelumnya 2 , 3 tahun yang tidak mencapai 100 % tetapi tahun 2021 sampai saat ini sudah mencapai 104,1 %. “ Ada tantangan defisit perdagangan Aceh dan sekitarnya cukup tinggi kami berharap bapak Menteri Pertanian untuk terus mendukung agar defisit perdagangan antar daerah disini bisa lebih baik “ tambahnya.

Kabupaten Aceh Besar meiliki Potensi Luas panen padi se-Kabupaten Aceh Besar bulan Maret 10.200 .ha dengan estimasi produksi: 54.340 ton GKG. Sedangkan Potensi Luas panen padi November : 5.300 ha dengan estimasi produksi ; 28.260. Ton GKG dengan harga rata rata gabah Kabupaten Aceh Besar GKP Rp 5.000,-/kg dan GKG Rp. 5.500,-/kg.

Sebagai gambaran umum padi Kabupaten Aceh Besar memiliki Luas Baku Sawah : 25,962 ha dengan Indeks Panen (IP) 2020 IP 200. Untuk Panen Padi 2021 seluas 43.608 hektare dengan produksi padi 2021 sebesar 297. 189.51 ton GKG setara 190.053 ton Beras dan produktivitas 2020 : 64 kw/ha untuk mencukupi komsumsi dengan junlah penduduk 405.535 jiwa yang mengkomsumsi 35.707 ton Beras.

Keberhasilan dicapai atas dukungan semua pihak, baik Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh, petugas serta para petani yang selalu mendukung program pemerintah.

Pada kesempatan ini Mentan menyerahkan bantuan benih padi 24,425 Ha , benih jagung 1.100 Ha, alat mesin pasca panen 40 unit dan UPH TP 6 unit.

Di tempat sama, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyebut Kementan terus mendorong tanam padi di semua wilayah. “ Saya harap semua bergerak bersama memanfaatkan potensi lahan untuk terus memproduksi pangan, dengan menerapakan pola IP400″ kata Suwandi.

“ Mesti ada peningkt IP dan peningkt provitas, hemat penurunan biaya produksi, klo ga ada peningkatan ya sama saja “ jelas Suwandi

Kementan memberikan bantuan sarana produksi, alat pra panen dan pasca panen serta mendorong para petani untuk menggunakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR).