Jakarta,Mekraf.id – Sejumlah Pengamat dan Pakar Pangan menaruh harapan kepada Badan Pangan Nasional yang baru beroperasi untuk perubahan tata kelola pangan, keseimbangan antara produsen, konsumen dan kesejahteraan petani.

Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet menyambut baik adanya Badan Pangan Nasional dan mengatakan bahwa perlu ada satu lompatan kedepan untuk mengkoordinasikan persoalan pangan.

“Ada satu kewenangan yang luar biasa di Badan Pangan Nasional yang harus dioptimalkan dalam ketahanan pangan menuju kedaulatan pangan.”Terang Slamet dalam wawancara Metro TV, Program Kontroversi (3/3/2022)

Slamet melanjutkan memang persoalan utama pangan adalah masalah koordinasi memang barang yang mahal, apresiasi kepada Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi yang mengedepankan kolaborasi dalam mengatasi persoalan pangan. Namun demikian, Ia pun mengatakan persoalan pangan agar tidak terlepas dari kesejahteraan petani.

“Kehadiran Badan Pangan Nasional dapat menjawab persoalan pangan, ada kewenangan yang luar biasa dalam mengatur impor, kebijakan ketersediaan dan stabilitas harga, disinilah Presiden Joko Widodo menunjuk Kepala Badan Pangan Nasional yang memiliki integritas.” Imbuh Slamet.

Selain itu, pada kesempatan yang sama menurut Sekjen Asisiasi Pedagang Pasar seluruh Indonesia (APPSI), Mujiburrohman mengatakan senada dengan Badan Pangan Nasional untuk mengoptimalkan koordinasi dan kolaborasi, Ia pun menaruh harapan kepada Badan Pangan Nasional / NFA untuk terciptanya supply pangan yang stabil lantaran menurutnya jika supply tidak membanjiri pasar secara otomatis akan terjadi kenaikan harga.

“Sependapat dengan menjunjung koordinasi, seperti terkait kenaikan harga dan kebutuhan supply distribusi minyak goreng saat ini, harapan kami pemerintah perlu mengkoordinasikan lebih lanjut dengan pedagang pasar jika ada kebijakan – kebijakan yang perlu diterapkan juga satu harga di pasar rakyat ataupun pasar tradisional,”jelas Muji

Muji pun berharap Badan Pangan Nasional yang sudah mulai beroperasi ini benar – benar menjadi agregator dan integrator melibatkan semua stakeholders.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Edy Priyono menambahkan bahwa dalam mengatasi persoalan pangan adalah kita harus berani berubah dan berani mengubah, hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

“Kami selalu mendorong untuk berdialog kepada pelaku usaha, mulai produsen sampai dengan Pedagang Pasar, untuk mengatasi persoalan pangan. Dalam hal ini, Pemerintah akan seimbang antara kepentingan Produsen dan konsumen.”terang Edy.

Disisi lain, menurut pengamat dan pakar Pangan, Prof Dwi Andreas Santosa juga mengatakan penyelesaian pangan itu ada dua sumber, Pertama produksi petani, kedua sumber impor, kebijakan pangan sekitar 30 tahun terakhir lebih fokus ke konsumen, kesejahteraan Petani lemah, oleh karenanya diharapkan Badan pangan Nasional mampu menjaga keseimbangan dua sisi bagaimana konsumen dalam arti terjaga stabilitas harga dan kedua melalui instrumen yang dimiliki Badan Pangan Nasional bisa ikut membantu menjaga kesejahteraan petani.


Badan Pangan Nasional / NFA (National Food Agency)