Donggala,Mekraf.id – Baru-baru ini di salah satu wilayah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah dilaksanakan panen padi varietas Inpari IR Nutrizinc, yang merupakan salah satu varietas padi yang didistribusi oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sulawesi Tengah sebagai salah bentuk nyata penanganan stunting di Provinsi Sulawesi Tengah.

Gerakan panen yang diinisiasi oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Labuan tersebut dilaksanakan pada lahan seluas 30 hektar, dipusatkan di Desa Labuan Toposo, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala hari Kamis (19/1) lalu.

Merlin, Kepala BPP Kecamatan Labuan saat ditemui, mengungkapkan bahwa kegiatan kali ini dilakukan sebagai bagian dari pengawalan kegiatan utama Kementerian Pertanian yaitu pengembangan padi Inpari IR Nutrizinc. “Alhamdulillah Kecamatan Labuan menjadi salah satu lokasi penerima bantuan benih padi Inpari IR Nutrizinc yang dialokasikan bulan September 2021 yang lalu, mengingat Labuan berada di peringkat ke 7 jumlah penderita stunting dari 16 kecamatan di Kabupaten Donggala, sehingga kami di BPP harus punya tanggungjawab dalam mengawal varietas ini dari tanam hingga panen, dimana dari hasil ubinan kali ini produktivitasnya sebesar 8 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektar” urai Merlin.

Yang menarik pada acara panen bersama tersebut adalah hadirnya para Kepala Desa yang melakukan pemesanan beras hasil panen tersebut. “Kami dari BPP juga ikut membantu para petani dalam melakukan pengemasan beras nantinya karena tujuh kepala desa se Kecamatan Labuan sudah memesan padi Inpari IR Nutrizinc ini dalam bentuk beras, yang akan dianggarkan melalui dana desa yang juga sudah mendapatkan arahan dari pemerintah kecamatan setempat” urai Merlin lebih lanjut.

Sementara itu saat ditemui ditempat terpisah, Trie Iriany, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, mengapresiasi kegiatan panen bersama beberapa pihak tersebut sebagai bentuk tanggungjawab bersama atas penanggulangan stunting dan penyediaan pangannya secara bersama pula.

“Kesyukuran besar bagi kita bahwa bantuan benih varietas Inpari IR Nutrizinc yang diadakan dan disalurkan menyasar lahan seluas 800 hektar yang disebar pada Kabupaten Donggala, Parigi Moutong dan Sigi sejak September 2021 yang dianggarkan melalui dana tugas pembantuan APBN saat ini sudah memasuki musim panen, lebih syukur lagi karena khusus di Kecamatan Labuan dilakukan panen bersama oleh pihak-pihak sampai ke pemerintah desa sebagai bentuk respon terhadap telah tersedianya padi varietas ini yang kelak berasnya dapat dialokasikan untuk penanganan stunting”, ungkap Trie.

Lebih lanjut Trie menekankan bahwa pola penyerapan beras yang sudah dilakukan secara bersama di Kecamatan Labuan hendaknya dapat di adopsi di wilayah-wilayah lain khususnya yang mempunyai tingkat stunting relatif tinggi, Dinas TPH Provinsi dari sisi hulu akan tetap berkontribusi dalam bentuk pengembangan padi Inpari IR Nutrizinc ini di Sulawesi Tengah dengan dukungan Kementerian Pertanian tentunya.

Sementara itu Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi mengatakan padi Biofortifikasi adalah upaya intervensi memasukkan unsur nutrisi zinc pada padi melalui pemuliaan tanaman. “Diharapkan Inpari IR Nutri Zinc dapat berperan mengatasi kekurangan gizi Zn yang banyak terjadi di Indonesia. Inpari IR Nutri Zinc sebagai produk biofortifikasi menjadi salah satu komponen dalam program prioritas nasional untuk mengatasi stunting,” ujarnya.

Suwandi menekankan pengembangan padi biofortifikasi membutuhkan komitmen dan kerja sama semua pihak, termasuk produsen benih, perguruan tinggi dan penggilingan padi dan instansi pemerintah di berbagai sektor baik di pusat maupun daerah untuk mempercepat penyebaran dan pemanfaatan padi kaya Zn ini dalam mengatasi stunting.

“Diperlukan kerjasama dan komitmen semua pihak termasuk produsen benih, perguruan tinggi dan penggilingan padi dan instansi pemerintah di berbagai sektor baik di pusat maupun daerah dan instansi terkait termasuk Pemdanya sendiri, termasuk di Sulteng ini saya sangat apresiasi ada intervensi penyerapan hasil oleh para Kades, ini harusnya bisa ditiru wilayah lain,” tandas Suwandi.

Untuk diketahui, padi varietas Inpari IR Nutrizinc merupakan hasil terobosan pemuliaan tanaman padi melalui Badan Litbang Kementerian Pertanian untuk menyediakan pangan dengan kandungan gizi tertentu yaitu Zinc (Zn) untuk penanggulangan stunting. Varietas Inpari IR Nutri Zinc dilepas tahun 2019 melalui SK Menteri Pertanian 168/HK.540/C/01/2019/. Potensi kandungan Zn varietas ini dapat mencapai 34,51 ppm, dengan rata-rata kandungan Zn 29,54 ppm.