News

Dorong Ketersediaan Pangan, Kementan Edukasi Diversifikasi Pangan Lokal

JAKARTA,Mekraf.id – Kementerian Pertanian mendorong ketersediaan bahan pangan bagi 273 juta jiwa masyarakat Indonesia tak terkecuali pangan lokal. Melalui berbagai program, Kementan juga terus mengedukasi masyarakat untuk mengkomsumsi pangan lokal.

Dalam acara Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSSPP) Volume 46, Jumat (10/12/2021) secara live dari Bangka-Belitung Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa pangan lokal merupakan pangan sehat apalagi dengan sistem organik, maka jauh lebih sehat.

Didampingi oleh Kepala Seksi Dinas Pertanian Provinsi Bangka Belitung Pertanian dan Duta Petani Milenial (DPM) Provinsi Bangka – Belitung Chandra, Dedi memperlihatkan komoditas andalan Bangka Belitung yaitu talas Belitung, yang telah diolah menjadi berbagai macam makanan.

“Ada hikmah dibalik pandemi Covid 19 yang sudah meluluhlantakan seluruh sendi perekonomian, salah satunya adalah mengolah talas Belitung menjadi berbagai macam makanan olahan. Hal ini sesuai arahan Presiden Jokowi, agar petani harus mengarah ke hilir. Dikarenakan value adit keuntungan terbesar ada di hilir atau olahan”, ujar Dedi.

Menurutnya, distribusi produk pertanian sempat terganggu selama pandemi, akhirnya banyak produk yang rusak. Karena itulah dengan kegigihannya, Chandra mampu mengolah talas Belitung menjadi berbagai macama olahan menjadikan suatu alternatif di tengah pandemi.

“Tentunya semua ini sejalan dengan program Kementan yaitu diversifikasi pangan lokal. Karena pangan lokal kita berlimpah, baik yang masih segar maupun yang sudah menjadi olahan. Maka, ketergantungan pangan impor harus dihindari, dengan mengkomsumsi pangan lokal berarti kita mendorong petani dan juga UMKM”, katanya.

Dedi menambahkan bahwa ancaman dampak covid sudah bisa dirasakan dan memberikan dampak negatif yang luar biasa. Bahkan FAO mengatakan jika produsen pangan dunia melakukan penahanan terhadap produk-produk yang biasanya di ekspor atau yang biasa kita impor itu untuk ditahan, termasuk produk-produk gandum. “Untuk itu, ketergantungan terhadap pangan impor harus dikurangi kalaa bisa dihilangkan, dan diversifikasi pangan lokal harus diimplementasikan dimulai dari saat ini”, tambah Dedi.

Sedangkan Narasumber MSPP, Andriko Noto Susanto Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Badan Ketahanan Pangan mengatakan pada paparan materinya bahwa pilar ketahananan pangan yaitu adanya ketersediaan produksi pangan domestik, adanya stok atau cadangan Pangan, Food Loss serta Waste dan Ekspor Impor.

Pemanfaatan ketahanan pangan dapat dilakukan dengan perbaikan pola konsumsi, penganekaragaman konsumsi, perbaikan gizi, keamanan dan mutu pangan serta pola asuh.

Selanjutnya, Andriko mengatakan bahwa pada tahun 2021, Indonesia peringkat 69 dari 113 negara dunia, sedangkan Indikator GFSI yaitu ketersediaan pangan, aksesibilitas pangan, kualitas dan keamanan pangan, sumber daya alam dan ketangguhan terhadap bencana.

“Aksebilitas pangan akan membaik apabila persentase penduduk di bawah garis kemiskinan global, akses pasar dan pembiayaan pertanian”, tutup Andriko.

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang mengatakan, makanan lokal Indonesia dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan lapangan kerja dalam memperbaiki ekonomi nasional.

“Kita adalah kesatria dan pahlawan bangsa karena kita sudah berkorban menghadirkan makanan yang sehat dan bergizi. Maka itu, kita harus terus berjuang menghadirkan pangan bagi 273 juta orang”, ujarnya.

“Mumpung kita diberi kekuatan, diberi sedikit kekuasaan kenapa tidak kita berjuang untuk bangsa kita, sejauh ini pertanian menjadi salah satu sektor yang paling berperan dalam perbaikan ekonomi, terutama di masa pandemi saat ini”, tutupnya Mentan SYL. (HVY/NF)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

News

Dorong Ketersediaan Pangan, Kementan Edukasi Diversifikasi Pangan Lokal

JAKARTA,Mekraf.id – Kementerian Pertanian mendorong ketersediaan bahan pangan bagi 273 juta jiwa masyarakat Indonesia tak terkecuali pangan lokal. Melalui berbagai program, Kementan juga terus mengedukasi masyarakat untuk mengkomsumsi pangan lokal.

Dalam acara Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSSPP) Volume 46, Jumat (10/12/2021) secara live dari Bangka-Belitung Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa pangan lokal merupakan pangan sehat apalagi dengan sistem organik, maka jauh lebih sehat.

Didampingi oleh Kepala Seksi Dinas Pertanian Provinsi Bangka Belitung Pertanian dan Duta Petani Milenial (DPM) Provinsi Bangka – Belitung Chandra, Dedi memperlihatkan komoditas andalan Bangka Belitung yaitu talas Belitung, yang telah diolah menjadi berbagai macam makanan.

“Ada hikmah dibalik pandemi Covid 19 yang sudah meluluhlantakan seluruh sendi perekonomian, salah satunya adalah mengolah talas Belitung menjadi berbagai macam makanan olahan. Hal ini sesuai arahan Presiden Jokowi, agar petani harus mengarah ke hilir. Dikarenakan value adit keuntungan terbesar ada di hilir atau olahan”, ujar Dedi.

Menurutnya, distribusi produk pertanian sempat terganggu selama pandemi, akhirnya banyak produk yang rusak. Karena itulah dengan kegigihannya, Chandra mampu mengolah talas Belitung menjadi berbagai macama olahan menjadikan suatu alternatif di tengah pandemi.

“Tentunya semua ini sejalan dengan program Kementan yaitu diversifikasi pangan lokal. Karena pangan lokal kita berlimpah, baik yang masih segar maupun yang sudah menjadi olahan. Maka, ketergantungan pangan impor harus dihindari, dengan mengkomsumsi pangan lokal berarti kita mendorong petani dan juga UMKM”, katanya.

Dedi menambahkan bahwa ancaman dampak covid sudah bisa dirasakan dan memberikan dampak negatif yang luar biasa. Bahkan FAO mengatakan jika produsen pangan dunia melakukan penahanan terhadap produk-produk yang biasanya di ekspor atau yang biasa kita impor itu untuk ditahan, termasuk produk-produk gandum. “Untuk itu, ketergantungan terhadap pangan impor harus dikurangi kalaa bisa dihilangkan, dan diversifikasi pangan lokal harus diimplementasikan dimulai dari saat ini”, tambah Dedi.

Sedangkan Narasumber MSPP, Andriko Noto Susanto Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Badan Ketahanan Pangan mengatakan pada paparan materinya bahwa pilar ketahananan pangan yaitu adanya ketersediaan produksi pangan domestik, adanya stok atau cadangan Pangan, Food Loss serta Waste dan Ekspor Impor.

Pemanfaatan ketahanan pangan dapat dilakukan dengan perbaikan pola konsumsi, penganekaragaman konsumsi, perbaikan gizi, keamanan dan mutu pangan serta pola asuh.

Selanjutnya, Andriko mengatakan bahwa pada tahun 2021, Indonesia peringkat 69 dari 113 negara dunia, sedangkan Indikator GFSI yaitu ketersediaan pangan, aksesibilitas pangan, kualitas dan keamanan pangan, sumber daya alam dan ketangguhan terhadap bencana.

“Aksebilitas pangan akan membaik apabila persentase penduduk di bawah garis kemiskinan global, akses pasar dan pembiayaan pertanian”, tutup Andriko.

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang mengatakan, makanan lokal Indonesia dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan lapangan kerja dalam memperbaiki ekonomi nasional.

“Kita adalah kesatria dan pahlawan bangsa karena kita sudah berkorban menghadirkan makanan yang sehat dan bergizi. Maka itu, kita harus terus berjuang menghadirkan pangan bagi 273 juta orang”, ujarnya.

“Mumpung kita diberi kekuatan, diberi sedikit kekuasaan kenapa tidak kita berjuang untuk bangsa kita, sejauh ini pertanian menjadi salah satu sektor yang paling berperan dalam perbaikan ekonomi, terutama di masa pandemi saat ini”, tutupnya Mentan SYL. (HVY/NF)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: