SULAWESI SELATAN,Mekraf.id – Kementerian Pertanian terus memaksimalkan kinerja program-program utamanya, salah satunya Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP).

SIMURP yang dilaksanakan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, tahun ini telah memasuki tahun ketiga. SIMURP menerapkan Climate Smart Agriculture atau CSA yang bertujuan mensejahterakan petani dengan teknologi ramah lingkungan.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo Limpo, mengungkapkan bahwa dalam rangka mencapai target pembangunan nasional sesuai dengan RPJMN tentunya diperlukan sumber pembiayaan yang sangat besar yang tidak hanya dapat dipenuhi oleh pemerintah.

“Tetapi juga dari sumber pembiayaan lain yaitu badan usaha (swasta), organisasi non pemerintah (NGO) maupun masyarakat. Salah satu sumber pembiayaan pemerintah berasal dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN),” ujarnya.

Menurutnya, Bulan Desember merupakan akumulasi dari tahapan pelaksanaan program dan kegiatan dan bulan momentum yang harus diolah dengan baik. Tujuannya tak lain untuk mencapai the right track on the right way.

“Setiap Eselon 1 harus melakukan evaluasi internal dengan menggunakan konsep Subject, Object, Metode dan Capaian/Output/Outcome dan menyelesaikan matrik feed back untuk pelaksanaan Tahun 2022,” tegasnya.

“Masing masing PHLN wajib memberikan dukungan penuh dan informasi terkait program pembangunan pertanian umumnya dan rencana aksi BPPSDMP khususnya Kostratani, Penumbuhan Petani Milenial dan Dukungan terhadap Program Utama Kementerian Pertanian,” lanjut SYL.

Karena, pertanian benar-benar menjanjikan penghasilan besar dan pertanian adalah bisnis yang sangat menguntungkan. Dalam mewujudkan ketahanan pangan keberadaan para petani menjadi sangat vital.

”Dengan menggunakan teknologi-teknologi yang direkomendasikan melalui pelatihan-pelatihan yang sudah dilaksanakan oleh Kementan, maka hal ini harus bisa membuat petani menjadi unggul, profesional dan punya daya saing,” tegas Mentan SYL.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi. Menurutnya, saat ini pertanian harus berorientasi bisnis atau keuntungan.

Tujuannya untuk memberikan kesejahteraan kepada petani, termasuk wanita taninya agar mampu mengelola hasil pertaniannya agar dapat meningkatkan kesejahteraannya.

Beberapa kegiatan BPPSDMP menjadi prioritas, diantaranya Penguatan Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian, Penguatan Penyelenggaraan Pendidikan Vokasi Pertanian, Penguatan Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian, dan Penguatan Reformasi Birokrasi BPPSDMP yang efektif dan efisien.

“Itu dilakukan dalam mendukung tiga Rencana Aksi BPPSDMP yaitu penguatan KOSTRATANI, Penumbuhan Pengusana Pertanian Milenial dan Diklatluh mendukung Program Utama Kementan,” lanjutnya.

Guna menindaklanjutinya, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan SIMURP TA 2021, Kamis (2/12/2021). Kegiatan dihadiri sebanyak 50 orang yang terdiri dari Pelaksana Kegiatan SIMURP di tiga kabupaten (Bone, Pangkep dan Takalar), Alumni Training of Manager (TOM), KWT dan KEP dan Regional Team Leader (RTL) Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM).

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawei Selatan, Muhammad Firda, menyampaikan bahwa upaya peningkatan produksi komoditi diarahkan untuk ekspor.

Untuk mendukung hal tersebut mesti dilakukan pembenahan dalam usaha pengadaan benih.

Pemerintah Provinsi mendorong Sulsel menjadi provinsi mandiri benih, terutama benih padi dan jagung menuju mandiri pangan. Terkait pelaksanaan kegiatan SIMURP, bendungan harus ditingkatkan kapasitasnya untuk mengairi lahan pertanian.

Muhammad Firda juga menegaskan jika dalam menjalankan kegiatan yang ada di Dinas, akan ketat dalam dua hal. Yakni aturan pengadaan barang dan jasa (terutama pengadaan benih) dan teknis pertanian. Jika benihnya kurang bagus maka akan berdampak pada pertumbuhan selanjutnya.

”Saya tidak mereferensikan jenis pupuk tertentu, kelebihan produk ini akan terbukti sendiri dengan adanya demplot,” tegasnya.

Selain itu, beliau sangat mengharapkan agar kapasitas penyuluh selalu ditingkatkan melalui pelatihan-pelatihan secara tatap muka maupun online dan selalu melakukan ujicoba teknologi melalui demplot.

Menurut Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Provinsi Sulsel, Patiwiri AR menyampaikan bahwa tugas Dinas PUTR khususnya pada Bidang Sumber Daya Air melakukan pengelolaan air di Sulawesi Selatan dengan program penanggulangan daerah potensi banjir, program pengembangan dan pengelolaan irigasi serta jaringan irigasi lainnya.

Pada sesi akhir pertemuan dilakukan pemaparan oleh masing-masing penanggung jawab SIMURP di tiga kabupaten mengenai progres kegiatan tahun 2021, realisasi fisik/keuangan, kendala dan solusi serta tindak lanjutnya.

Berdasarkan hasil evaluasi provinsi bahwa kabupaten dengan realisasi keuangan tertinggi yakni Kab. Takalar sebesar 99,24% pada posisi 30 November 2021. Semoga evaluasi kegiatan SIMURP yang dilakukan menjadi catatan penting bagi peningkatan kinerja di masa yang akan datang. (DAW/WS/NF)