Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang berperan besar terhadap perbaikan ekonomi bahkan di saat pandemi Covid-19 yang telah melanda hampir di seluruh dunia. Karena itulah berbagai pihak termasuk para pelaku usaha dituntut untuk bisa membangun pertanian.

Di tengah potensi ancaman kekeringan dan krisis pangan global yang telah di warning oleh FAO di awal tahun 2020, Kementan secara konsisten berupaya menciptakan pertanian Indonesia yang maju, mandiri dan modern dengan terus berinovasi melakukan terobosan-terobasan strategi pembangunan sektor pertanian yang semakin antisipatif dan adaptif sehingga kebutuhan pangan bagi lebih dari 273 juta jiwa masyarakat Indonesia terpenuhi.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo juga menegaskan pentingnya menjaga ketahanan pangan yang menjadi kewajiban seluruh jajaran Kementerian Pertanian. Selain itu menurutnya pertanian menjanjikan penghasilan besar dan pertanian adalah bisnis yang sangat menguntungkan. Bahkan Mentan selalu mengibaratkan jika pertanian itu ibarat emas seratus karat dan merpati putih yang tidak pernah ingkar janji.

Dalam mewujudkan ketahanan pangan keberadaan para petani juga menjadi sangat vital. Untuk itu petani perlu dibekali dengan inovasi dan teknologi pertanian.

”Dengan menggunakan teknologi-teknologi yang direkomendasikan melalui pelatihan-pelatihan yang sudah dilaksanakan oleh Kementan, maka hal ini harus bisa membuat petani menjadi unggul, profesional dan punya daya saing,” tegas Mentan SYL.

Sebagai salah satu lokasi Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) Kabupaten Karawang pada Sabtu, (13/11/2021) telah panen yang dihadiri oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Bupati Karawang beserta jajarannya.

Bahkan Mentan juga sempat menjajal memanen padi dengan arit dan combain harvester. Kepada wartawan, Mentan mengaku senang karena petani dan pemerintah terus berkolaborasi mewujudkan kedaulatan pangan.

“Alhamdulillah, hari ini saya senang karena petani dalam keadaan sehat, sehingga mereka bisa menyediakan kebutuhan pangan,” katanya.

Mentan SYL mendorong Kabupaten Karawang menjadi model pertanian modern yang bisa tiga kali panen dalam semusim. Menurut Mentan, hal itu bisa terjadi karena Karawang merupakan wilayah subur dan terbukti menjadi lumbung pangan nasional.

“Kita harus bisa membuat negeri ini panen 3 kali. Mari kita rumuskan bersama dan saya mau Kecamatan Rawamerta di Karawang ini menjadi contohnya pertanian hebat di Jawa Barat,” ujar Mentan SYL.

Pada kesempatan ini Mentan juga berdialog langsung dengan sejumlah petani di Desa Gombongsari, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Di sana, Mentan mendengarkan cerita dan aktivitas sehari-hari petani selama masa panen yang berlangsung disaat pandemi.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi sangat mendukung penuh arahan Mentan. Menurutnya, salah satu kunci keberhasilan pembangunan pertanian ialah kapasitas sumber daya manusianya.

Maka, para pemangku kepentingan di bidang pertanian harus memiliki kemauan dan semangat yang kuat dalam menjaga dan mengawal ketersediaan pangan tanpa terkecuali SIMURP.

Melalui Climate Smart Agriculture (CSA), SIMURP mengajarkan banyak hal kepada petani, karena tujuan utama CSA adalah meningkatkan produktivitas dengan inovasi teknologi yang ramah lingkungan.

“Kunci keberhasilan pembangunan pertanian harus dimulai dari keberhasilan petani dan penyuluhnya. Makanya hal utama ya g harus diupgrade adalah kapasitas, keterampilan dan pengalaman mereka didalam mengimplementasikan CSA. Di sini BPPSDMP berada di garis terdepan dalam pembangunan SDM pertanian,” tegas Dedi.

Sementara Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana yang diwakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Hanafi Chaniago menyampaikan terimakasih atas arahan dan dukungan Mentan Syahrul terhadap sektor pertanian di Jawa Barat. Menurut Cellica, dukungan Mentan sangatlah besar, sehingga membuat Karawang mampu mempertahankan statusnya sebagai lumbung pangan nasional.

“Alhamdulillah Karawang bisa kita pertahankan sebagai lumbung pangan Jawa Barat karena kita ada di posisi kedua setelah Indramayu. Dan untuk memberikan intensif kepada petani, kita sudah membuat Perda Nomor 13 Tahun 2017 tentang perlindungan petani. Sekali lagi kami mengucapkan terimakasih atas bantuan kementan yang pada tahun ini sudah mencapai 11 miliar dalam bentuk alsintan, benih dan pupuk,”

Sakum, petani yang berdialog dengan Mentan mengaku senang karena perhatian Kementan selama ini sangatlah besar. Terutama dalam menyediakan benih unggul dan bantuan alsintan yang membuat panen mereka naik dua kali lipat.

“Terimakasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo dan terimakasih kepada Bapak Menteri Pertanian. Terimakasih karena Bapak Menteri telah mengunjungi kami”.

Sakum mengatakan, selama ini baru Mentan Syahrul yang mau turun langsung bertemu dan berdialog dengan petani di Karawang. Sebelumnya hanya pejabat daerah saja yang turun memberi bantuan.

Sakum diberi pesan khusus oleh Mentan berisi doa agar dia dan petani lainnya tetap bahagia serta dalam keadaan sehat sentosa. Petani juga diharapkan menjadi garda terdepan dalam meningkatkan produktivitas menjadi tiga kali lipat dalam setahun, terangnya. (NF)