Untuk mendukung ketersediaan pangan Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan kapasitas SDM pertanian menuju manusia maju, mandiri dan modern khususnya di wilayah Papua dan Papua Barat.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo secara virtual pada acara pembukaan Pelatihan Petani Milenial, Senin (15/11/2021) mengatakan bahwa anak-anak Papua adalah anak Kementan, anak Menteri Pertanian juga dan anak negeri. Mulai hari ini dan selama satu bulan dilatih untuk menjadi anak negeri yang hebat anak Papua yang hebat.

Mentan SYL juga menegaskan jika mengurus pertanian adalah pejuang kemanusiaan. Pejuang kemanusian dengan bertani yang benar karena pertanian bukan hanya mencari kehidupan tetapi juga sebuah perjuangan. Bahkan selama pandemi Covid-19 sudah dibuktikan, jika hanya sektor pertanian yang mengalami peningkatan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sektor pertanian naik sebanyak 16,24% dan ekspor naik menjadi 15,79%. Untuk Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) pada September 2021 sebesar 105,58 atau naik 0,74% dibandingkan Agustus sebesar 104,80%. Sedangkan untuk Nilai Tukar Petani (NTP) pada September 2021 sebesar 105,68 atau naik 0,96% dibandingkan Agustus 2021 sebesar 104,68.

Mentan SYL juga menitipkan kepada Gubernur, Bupati dan Walikota di Papua dan Papua Barat beserta jajarannya untuk lebih memperhatikan Petani Milenial. Dan menegaskan pelatihan ini adalah ‘connecting’ menjadi anak negeri dan pejuang. Satu bulan kita lakukan agenda ‘mixing’ dengan program-program lainnya dan tunjukan hasilnya.

Semuanya harus memperhatikan anak-anak milenial yang kini menjadi anak-anak Kementan untuk membangun pertanian Papua dan Papua Barat. Anak-anak Kementan tidak boleh gagal, jangan sampai setelah pelatihan tidak ada hasilnya dan tidak ada aksinya, tegasnya.

Papua adalah negeri yang paling subur dan disayang oleh Tuhan. Kita syukuri nikmat Tuhan dengan memanfaatkan untuk pertanian dan melahirkan manusia yang bermatabat. Mari kita semua bergerak agar ketersediaan pangan terpenuhi, ujar Mentan lagi.

Sementara Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, menyampaikan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan melaksanakan pelatihan bagi petani milenial di Papua dan Papua Barat, 15-23 November 2021 dengan dihadiri lebih dari 1.200 peserta.

Dedi menambahkan pelatihan ini menggunakan metode On the Job Training, yaitu metode pelatihan yang mengajarkan pengetahuan, keterampilan, kompetensi yang diperlukan oleh penyuluh dan petani langsung di lokasi usaha tani.

Selain itu, pelatihan ini juga mengusung tiga pilar yaitu penyuluhan, pelatihan dan pendidikan yang bertujuan meningkatkan kompetensi petani milenial di wilayah Papua dan Papua Barat untuk mendukung ketersediaan pangan.. Jika ada kendala jaringan atau sinyal yang buruk maka pelatihan akan dilakukan secara offline, jelas Kabadan.

Materi-materi yang akan disampaikan diantara on Farm, off Farm, Teknologi Pertanian, dan Ekspor, yang disesuaikan dengan kebutuhan dari peserta. Selain itu ada juga mengenai budidaya, dan kredit usaha rakyat (KUR) agar mereka bisa mengembangkan usahanya dengan bantuan KUR.

“Materi-materi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para petani milenial dalam mendesain dan mempromosikan produk unggulan yang dimilikinya. Sehingga mampu bersaing dan berkembang di masa yang akan datang”, terangnya.

Dukungan juga didapatkan dari Pusat Penyuluhan Pertanian yang mengawal kegiatan pelatihan tersebut. Sementara BPP Sidori, Dishut Biak, Ditan Merauke, Distan Nabire, Polbangtan Merauke, BPP Semangga, Balai Kampung Domande, Diperta dan Diperta Yapen sebagai tempat pelatihan di Papua.
Sedangkan Dinas Pertanian Kab. Pegaf, Dinas Pertanian Kab. Telbin, Dinas Pertanian Kab. Sorong, Dinas Pertanian Kab. Fakfak dan Dinas Pertanian Kab. Tambrauw sebagai tempat pelatihan di Papua Barat. (NF)