Krui Pesisir Barat,Mekraf.id – Kementerian Pertanian bersama Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal melakukan panen raya Kedelai di Gapoktan Mitra Tani, Atar Siring Dadi Desa Ulok Manik, Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat. Panen kedelai ini dilakukan di hamparan seluas 15 ha sedangkan luasan panen kedelai di wilayah Kecamatan Pesisir Selatan ini seluas 132 ha yang dibagi kepada 11 Kelompok tani/Gapoktan di 3 Desa.

Kedelai di Kabupaten Pesisir Barat akan memasuki masa panen raya pada bulan akhir November sampai dengan Desember 2021, hasil panen kedelai petani rencananya untuk memenuhi kebutuhan pengrajin tahu tempe dan bertindak sebagai offtaker yang besedia Kopti prov Lampung dan Forum Komunikasi Doa Bangsa ( FFKDB) untuk membeli kedelai hasil panen petani dengan harga yang layak.

Direktur Aneka Kacang dan Umbi yang diwakili oleh koordinator kedelai Mulyono mengatakan, Kabupaten Pesisir Barat TA. 2021 mendapat bantuan program pengembangan kedelai dari pemerintah pusat seluas 1.006 hektar yang tersebar di 8 kecamatan, “ Bantuan yang kami berikan berupa paket benih kedelai Varietas Anjasmoro, Pupuk NPK non subsidi, herbisida, Rhizobium, dan pupuk hayati cair “ terang Mulyono.

Lebih lanjut Mulyono berharap dengan bantuan benih dan saprodi ini dapat meningkatkan minat petani.kabupaten pesisir barat untuk mengembangkan budidaya kedelai di daerah yang memang memiliki potensi untuk tanaman kedelai dan meningkatkan kesejahteraannya, “ Semoga ini menjadi penyemangat para petani agar bisa menghasilkan produksi yang lebih besar lagi “ujar Mulyono.

Ditempat yang sama Bupati Pesisir Barat menyampaikan dirinya sangat mengapresiasi bantuan benih kedelai varietas anjasmoro dan saprodi yang disalurkan Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Lampung . Dirinya berharap agar kementerian Pertanian dimasa yang akan datang pada T.A 2022 dapat memprioritaskan petani di Kabupaten Pesisir Barat ini diberikan bantuan program seperti ini. “ Di sini sangat berpotensi untuk tanaman kedelai dann dengan adanya bantuan yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahterann masyarakat kami “ tuturnya.

Terpisah Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menjelaskan, pihaknya saat ini tengah menggenjot produksi dalam negeri, langkah tersebut dilakukan untuk mengamankan stoknya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Di tahun ini Kementan sudah mempersiapkan lahan 144 ribu hektar untuk meningkatkan produksi kedelai di dalam negeri.

Lahan seluas 144 ribu hektar itu nantinya akan tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, Suwandi menyebut beberapa lahan tersebut akan berada di Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Lampung, Jambi dan Banten.

“Kami akan tanam di sentra yang sudah ada,” kata Suwandi.
“Kita harapkan produktivitas bisa ditingkatkan, selama ini kuncinya ada di benih. Dengan pengawalan ketat jadi tanamnya di lahan kering sebagian tumpang sari dengan jagung kemudian tebu dan juga di tanaman kelapa sawit yang sebelum 4 tahun,” terangnya.