Banyumas,Mekraf.id – Kementerian Pertanian gelar Tanam Serempak Kacang Tanah varietas kancil di Kelompok Tani Sekar Sari II, Desa Suro Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah pada Rabu (13/10). Direktur Aneka kacang dan Umbi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Amirudin Pohan menyampaikan dimasa pandemi saat ini terbukti sektor yang bisa bertahan adalah sektor pertanian. “ Untuk itu kita akan terus mengembangkan potensi pertanian di masyarakat melalui kelompok tani, seperti hari ini Kabupaten Banyumas mendapat bantuan pertanaman kacang tanah 180 ha. Jika bantuan hari ini dapat berproduksi lebih baik, tentu bantuan akan kita tingkatkan lagi untuk Kabupaten Banyumas “ terang Amir.

Kabupaten Banyumas TA 2021 mendapat bantuan benih kacang tanah varietas kancil sebesar 21,6 ton dan pupuk sebesar 9 ton dengan luas areal 180 hektar. Diharapkan bantuan ini dapat meningkatkan produktivitas petani Desa Suro dan dapat terjadi kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah salah satunya dalam hal membangun pemasaran karena sebaik apapun hasilnya. Jika pasarnya tidak terbuka tentu merugikan petani sehingga dalam mencari offtaker harus yang bisa menjamin nilai jual produksi petani dan mengembangkan diversifikasi produksi untuk kesejahteraan petani.

Kegiatan tanam serempak kacang tanah varietas kancil bersama kelompok tani dan dihadiri jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas , Kepala Desa Suro, Babinsa dan Kelompok Tani Binaan yang ada di Desa Suro yaitu Kelompok Tani Sekar Sari I, II, III dan Sami Rukun. Tiga kelompok tani di Desa Suro menerima bantuan benih kacang tanah seluas 75 hektar dan untuk kab Banyumas secara keseluruhan mendapatkan 180 Ha.

Kepala Desa Suro Wasdi berharap petani yang mendapatkan bantuan bisa mendapatkan keuntungan yang lebih dan hasil yang lebih baik dibandingkan tahu sebelumnya, “ Kami berharap bantuan yang diberikan pemerintah bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarga dan berharap cuaca baik, hujan cepat turun sehingga tanaman bisa tumbuh baik “ ujar Wasdi.

Sementara itu Ngadimin, yang mewakil Poktan Sekar Sari 1, berterima kasih kepada pemerintah untuk bantuan benih kacang tanah dan pupuk, namun para petani juga membutuhkan bimbingan dan pendampingan untuk budidaya agar dapat menekan cost operasional yang terlalu besar tetapi hasilnya kurang maksimal, minim sekali , “ Kami membutuhkan pembinaan dan motivasi kepada 4 kelompok Tani yang ada di Desa Suro untuk dilahan kering jagung kacang tanah dan ketela juga pemantauan, monitoring sampai pendampingan dan fasilitasi pemasaran hasil mohon dibantu agar petani disini bisa lebih jaya “ pinta Ngadimin.

Terpisah Direktur Jenderal Tanaman Pangan mengatakan, bahwa budidaya kacang tanah diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan lama kelamaan bisa jadi komoditas unggulan yang nantinya bisa menopang pertanian di negeri kita ini. Seiring dengan arahan menteri pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa pertanian adalah sesuatu hal yang tidak pernah mati. Di saat banyak usaha yang tidak jalan dalam masa pandemi ini, pertanian lah justru menjadi garda terdepan kita. Diharapkan paara petani untuk tetap semangat dalam menjalankan ikhtiarnya.