JAKARTA,Mekraf.id – Pertanian masa kini telah makin berkembang dan memiliki nilai jual produk yang semakin bertambah. Apalagi kalau produk tersebut telah diolah menjadi bahan makanan yang siap saji maka akan menambah peluang bisnis. Untuk itu diperlukan inovasi dan teknologi pertanian dalam mengolah bahan mentah menjadi bahan pakan yang layak dikomsumsi. Salah satu panganan olahan yang digandrungi saat ini yaitu nugget daun kelor (Getalor).

Dukungan diberikan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang menegaskan, pertanian adalah garda terdepan dalam peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran suatu negara. Pertanian juga memegang peran penting dalam pengembangan semua sektor, tak terkecuali pertumbuhan ekonomi.

“Petani harus jeli melihat peluang yang besar untuk pengembangan produk olahan hasil pertanian sehingga dapat mensupport kekuatan perekonomian negara. Selain itu semua usaha dari berbagai komoditas baik sekala besar, menengah maupun mikro agar siap menghasilkan produksi yang berdaya saing”, ujar SYL.

Menurutnya untuk mendukung keberhasilan hal tersebut, Peran penyuluh juga sangat diperlukan. Selain untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian, juga menghubungkan petani dengan pelaku usaha, menghubungkan petani dengan sumber informasi dan teknologi, dan mendorong petani dalam pengolahan atau kegiatan pasca panen serta pemasaran hasil pertaniannya. Semuanya diarahkan untuk mewujudkan dan meningkatkan nilai tambah dan harga yang wajar di tingkat petani.

“Bertani itu keren bahkan pertanian itu seperti emas 100 karat. Ketika olahan bisa disulap jadi sesuatu yang berharga dan dapat memaksimalkan potensi daerah, hal tersebut adalah luar biasa,” kata Mentan SYL.

Langkah ini merupakan solusi dari besarnya produksi ayam didalam negeri dan hilirisasi produk unggas dan juga sebagai jalan keluar mengatasi banyaknya ayam hasil produksi ternak dalam negeri.

Secara virtual pada acara Ngobrol Asyik (Ngobras) Volume 21 pada Jumat (07/09/2021) di AOR BPPSDMP Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa dengan mengonsumsi pangan lokal yang sehat, dapat membuat petani dan keluarganya sehat. “Karena dengan makan nugget daun kelor, berarti kita makan herbal sehingga imunitas meningkat setelah mengkomsumsi daun kelor”, ungkap Dedi.

Dedi menambahkan, saat ini peternak ayam jangan hanya menjual ayam hidup saja, tapi ayam dapat dijual dengan ayam potong atau diolah sehingga harga jual lebih tinggi. Selain memanfaatkan peluang, hal tersebut juga dapat mendongkrak produktivitas dan menjaga kualitas dan menjamin kontinuitas produknya lewat inovasi teknologi

“Pertanian membutuhkan SDM yang andal dan unggul yang nantinya siap menjadi pengusaha pertanian milenial yang kreatif, inovatif, professional, berdaya saing dan tentunya mampu menyerap lapangan pekerjaan sektor pertanian sebanyak mungkin,” katanya.

Sementara, Narasumber Ngobras Wiwiek Yuniarti Costa, Widyaiswara Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang menjelaskan bahwa Nugget Ayam Kelor (Getalor) merupakan salah satu inovasi di bidang olahan hasil ternak berupa hasil pengolahan daging ayam yang dicampur dengan daun kelor dan memiliki cita rasa tertentu.

“Manfaat Getalor diantaranya sebagai produk olahan yang bernilai gizi sangat tinggi, produk pangan yang memiliki daya tahan simpan yang panjang, produk inovasi yang dapat membantu anak-anak yang tidak suka makan daging, sebagai produk inovasi yang dapat memperkaya kuliner Indonesia”, ujar Wiwiek.

Ditambahkannya Getalor juga sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tubuh, diantaranya untuk kecerdasan otak, penambah tenaga dan melancarkan pencernaan. “Daun kelor segar dan bubuk kelor memiliki perbedaan kandungan gizi. Kandungan gizi bubuk kelor lebih besar dibandingkan dengan daun kelor segar. Di akhir acara Wiwiek juga menjelaskan tentang prosedur pembuatan getalor”, tambah Wiwiek. (HVY/NF)