BANYUASIN,Mekraf.id – Kementerian Pertanian kembali menekankan jika pertanian telah banyak berubah. Menurutnya, pertanian itu tidak hanya keren namun juga harus pintar. Oleh karena itu, pemberdayaan SDM pertanian terus dilakukan, baik petani, penyuluh, maupun peneliti.

Salah satu kegiatan yang dimanfaatkan Kementan untuk memberdayakan petani adalah melalui Farm Field Day (FFD), yaitu metode pemberdayaan petani melalui pertemuan antar petani, peneliti, dan penyuluh untuk saling bertukar informasi tentang teknologi pertanian. FFD juga merupakan salah satu kegiatan dari Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pertanian cerdas iklim atau CSA proyek SIMURP memiliki dampak yang positif untuk pertanian. CSA SIMURP bisa meningkatkan produktivitas produksi tanaman dan pendapatan petani.

“SIMURP mengajarkan banyak hal kepada petani. Khususnya bagaimana melakukan pertanian pintar dalam menghadapi perubahan iklim. Termasuk bagaimana cara mengantisipasi dan menangani penyakit tanaman. SIMURP juga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” ujar Mentan SYL.

Mentan SYL kembali menegaskan di masa pandemi Covid-19, pertanian menjadi salah satu sektor yang mampu survive. Bahkan tumbuh positif di saat sektor lain mengalami tekanan.

Oleh karena itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menilai pertanian ibarat merpati putih yang tidak pernah ingkar janji dan pertanian harus semakin maju, harus semakin kuat.

Menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, Kementan melalui BPPSDMP akan terus berupaya meningkatkan SDM pertanian.

Melalui Program SIMURP diharapkan dapat menggenjot peningkatan sumber daya manusia. Hal ini menjadi penting, sebab SDM sangat berperan dalam membangun pertanian berkelanjutan. Karena CSA SIMURP sendiri selaras dengan rencana strategis Kementerian Pertanian yang memfokuskan pembangunan pertanian melalui konsep pembangunan pertanian berkelanjutan.

“Hal ini dilakukan karena salah satu hal penting pengungkit produktivitas pertanian adalah SDM. Untuk itu, SDM perlu untuk terus ditingkatkan secara berkelanjutan agar sektor pertanian semakin bergerak maju, mandiri dan modern,” katanya.

Salah satu lokasi SIMURP, BPP Karang Agung Ilir, Kabupaten Banyuasin, telah melaksanakan FFD sekaligus penyerahan bantuan secara simbolis kepada Petani Muda Milenial dan Kelompok Wanita Tani penerima manfaat SIMURP, Kamis (2/9/2021).

Bantuan tersebut berupa Plang nama BPP dan Running text yang berfungsi sebagai informasi mengenai harga terbaru hasil pertanian, sedangkan bantuan yang diberikan untuk Pemuda Tani dan Kelompok Wanita Tani yaitu alat pengolahan pertanian.

Hadir pada acara tersebut Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan beserta Sekretaris Dinas dan Kepala Bidang Pengelolaan Pemasaran Hasil dan Penyuluhan Pertanian, Tim NPIU BPPSDMP Kementan, Kadis Pertanian Kabupaten Banyuasin, SMKPPN Sembawa, BPTP Balitbangtan Sumsel, Koordinator penyuluh provinsi dan Petani dari wilayah Kecamatan Karang Agung Ilir.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikutura Povinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, mengatakan SIMURP memiliki tiga kata kunci penting yaitu tata kelola pengairan yang diperankan oleh Bangda Kementerian Dalam Negeri, perbaikan fasilitasi rehabilitasi irigasi oleh Kementerian PUPR dan Partisipasi masyarakat dalam hal ini adalah petani adalah peran dari Penyuluhan di Kementerian Pertanian.

Bambang juga menguraikan bahwa kegiatan FFD yang dilaksanakan di kelompok tani Mukti Karya di lahan dempot CSA seluas 1 Ha telah menghasilkan panen sebesar 5 ton padi.

“Sedangkan untuk penerapan CSA yang dilakukan yaitu penggunaan benih padi tipe Inpari 42, penggunaan pupuk organik cair dari urin dan kotoran hewan (kohe) buatan petani, penggunaan pestisida nabati, pembuatan rubuha dan tempat tenggeran unutk pengendalian hama tikus dengan musuh alami burung hantu,” katanya.

Dengan adanya FFD ini diharapkan petani penerima manfaat SIMURP yang ada di Sumatera Selatan dapat saling bertukar informasi untuk mengembangkan sektor pertanian.

“Salah satunya informasi mengenai Climate Smart Agriculture (CSA) SIMURP sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian,” tutup Bambang. (WY/NF)