Kacang Hijau memiliki kandungan beragam nutrisi seperti Kalium, Zat Besi, Fosfor, Magnesium dan beragam vitamin seperti Vitamin A, Vitamin B, Asam Folat, Vitamin C, Vitamin E dan Vitamin K. Nutrisi lain yang terkandung dalam Kacang Hijau dapat memberikan manfaat istimewa seperti mengurangi resiko permasalahan kehamilan, menurunkan resiko penyakit jantung, menurunkan kadar kolesterol, menambah atau memperkuat system kekebalan tubuh, dapat menurunkan resiko osteoforosis dengan menambah kepadatan mineral tulang pasca menopause pada wanita lanjut usia dan menurunkan resiko kerusakan pada penyakit hati. Pemanfaatan kacang hijau biasanya digunakan untuk bubur, kue, isi bakpia, minuman dan tauge (kecambah). Kacang Hijau tumbuh subur dan terus dikembangkan di Tiongkok, Amerika Selatan hingga Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Selain banyak manfaatnya, kacang hijau memiliki prospek bisnis terutama di saat kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini. WHO menyarankan 7 tips untuk menjaga Kesehatan selama pandemic Covid-19 ini, diantaranya adalah dengan mengkonsumsi Grow Foods yang berasal dari protein hewani serta nabati yang salah satunya didapat dari kacang hijau dan Glow Foods yaitu sayuran atau kacang-kacangan yang bewarna namun kaya akan vitamin dan antioksidan guna menjaga sistem kekebalan tubuh.

Dalam acara Webinar Propraktani yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Prof. M. Firdaus Guru Besar IPB menyatakan, “Selama pandemi Covid-19 ini terdapat kesadaran yang tinggi untuk memperbaiki pola konsumsi pangan, dimana terjadi pengalihan konsumsi dari beras ke sumber pangan non karbohidrat seperti kacang-kacangan, sayur dan buah “ jelas Firdaus. Hal tersebut memberikan manfaat pada peningkatan makroekonomi yang lebih tinggi serta dapat meredam inflasi dan meningkatkan pendapatan riil masyarakat.

“Potensi pengembangan kacang hijau di Indoensia dapat dilakukan karena terdapat potensi pasar ekspor yang sangat terbuka di beberapa negara seperti Filipina, Vietnam, Cina, India dan Thailand dimana permintaan kacang hijau di negara tersebut terus meningkat. Selain itu, menggalakkan konsumsi dalam negeri juga dapat dilakukan dengan menambah variasi olahan yang dapat diterima oleh segala kalangan sehingga pasar kacang hijau dalam negeri meningkat permintaannya.” lanjutnya.

Dosen Fakutas Pertanian UNPAD Dr. Agung Karuniawan pada acara yang sama mengatakan, “Potensi pengembangan kacang hijau sangat terbuka, karena harga jual kacang hijau cenderung stabil dan memiliki cara budidaya yang mudah “ Kata Agung. “ Biasanya petani menanam kacang hijau pada lahan sawah pada musim kemarau setelah panen padi dan pada lahan tegalan pada musim hujan, hal ini dapat menarik minat petani untuk menanam.” lanjutnya

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi ditempat terpisah mengatakan bahwa Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan pada tahun 2021 mengalokasikan kegiatan pengembangan kacang hijau seluas 5.000 Ha. Hal tersebut sesuai dengan Kebijakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada Cara Bertindak ke-2 (CB-2) dari 5 Cara Bertindak Pembangunan Pertanian 2020-2024 yaitu Diversifikasi Produksi dan Konsumsi.