JAKARTA, Mekraf.id – Kementerian Pertanian memiliki arah untuk mewujudkan pertanian Maju, Mandiri dan Modern. Maju dicirikan oleh produktivitas dan produksi pertanian harus terus meningkat. Mandiri dicirikan oleh optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang ada yang sedapat mungkin pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat berasal dari produksi dalam negeri. Sementara modern, dicirikan oleh pemanfaatan teknologi kekinian berbasis mekanisasi, drone, dan IoT.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL), dalam Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) edisi Spesial Volume 21, Rabu (23/6/2021), secara virtual dari Agriculture War Room (AWR), mengatakan bahwa percepatan pembangunan pertanian menuntut teknologi digital yang maju dan modern berbasis Internet of Thing (IoT), Robot Construction, dan Artificial Intellegence (AI) yang memberikan kemudahan dalam mengambil keputusan.

Mentan SYL menjelaskan beberapa program dan kegiatan yang didukung inovasi teknologi digital di antaranya, pengembangan AWR, pengembangan mekanisasi dan pertanian modern. Diantaranya traktor tanpa awak, robot tanam padi, pengembangan berbagai macam drone untuk menabur pupuk dan pestisida.

“Inovasi teknologi mempunyai peran penting dalam pembangunan pertanian karena mampu meningkatkan produktivitas dan produksi, mengurangi biaya produksi, meningkatkan nilai tambah produksi, serta mampu merespon perubahan lingkungan strategis yang terjadi dan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” jelas Mentan SYL.

Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengimbau kepada seluruh insan pertanian, khususnya generasi milenial, untuk cermat melihat peluang dan memanfaatkan peluang tersebut menjadi ladang penghasilan.

Menuutnya, Kementan selalu siap untuk mendampingi dan memfasilitasi generasi milenial yang ingin sukses menggali dan mengelola sektor pertanian. Selain itu, petani milenial harus bisa memanfaatkan industri 4.0 untuk kepentingan pertanian Indonesia.

“Mereka harus menguasai seluruh inovasi teknologi pertanian, menguasai peluang pasar, bila perlu melakukan market inteligen dalam menentukan pasarnya,” ujar Dedi.

Ditambahkannya, saat ini percepatan regenerasi petani menjadi fokus Kementerian Pertanian. Di targetkan 2,5 juta milenial dalam 5 (lima) tahun (2020-2024).

Bertambahnya startup milenial saat ini merupakan bukti keseriusan Kementerian Pertanian dalam mempercepat regenerasi petani. Dengan terjunnya anak muda yang terjun di bidang pertanian akan memiliki peluang kehidupan ekonomi yang lebih baik.

Dalam MSPP, disampaikan juga jika ekspor produk pertanian menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Januari – April 2021, ekspor pertanian tumbuh 34,97% dibandingkan tahun 2020. Ekspor Pertanian Januari – April 2021 mencapai Rp 189,09 triliun lebih tinggi dari ekspor pada periode tahun sebelumnya yang mencapai Rp 140,10 triliun.

Ditengah banyak PHK yang terjadi selama masa pandemi Covid19, bagi penduduk kota yang balik ke desa, ternyata kembali bekerja di sektor pertanian menjadi pilihan yang utama bagi mereka. Hal ini terlihat dari jumlah tenaga kerja sektor pertanian selama tahun 2020 mencapai 38,4 juta orang meningkat 2,23% dibandingkan tahun sebelumnya. (HVY/NF)