JAKARTA, Mekraf.id – Penyuluhan memiliki peran strategis untuk mencapai pembangunan pertanian. Melalui penyuluhan, kemampuan petani ditingkatkan agar mampu mengelola usaha tani secara produktif, efisien dan menguntungkan, serta mensejahterakan kehidupan petani, beserta keluarganya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengungkapkan efektivitas penyelenggaraan penyuluhan terjadi apabila didukung oleh penyuluh pertanian berkualitas.

“Kelembagaan yang kuat, sarana prasarana yang memadai mendukung keberhasilan pelaksanaan penyuluhan. Hal ini perlu juga didukung komitmen dari pimpinan wilayah,” ujar Mentan SYL.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nuryamsi pada acara Ngobrol Bareng (Ngobras) Volume 10 yang dilangsungkan secara virtual, Jumat (18/5/2021), di AOR BPPSDMP Kementan, mengatakan penyuluh yang berhasil apabila terjadi peningkatan produktivitas pertanian di wilayah binaannya.

“Indeks kinerja utama penyuluh pertanian adalah peningkatan produktivitas,” ungkap Dedi.

Pelaksanaan kegiatan tersebut diikuti oleh peserta yang terdiri dari penyuluh pertanian dan BPP di seluruh Indonesia sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Hal tersebut terlihat dari jumlah viewer yang berjumlah 5000 melalui media streaming dan 500 melalui aplikasi zoom.

Ketua Harian DPD HKTI Jawa Barat, Entang Sastraatmadja, yang menjadi narasumber pada kegiatan tersebut, mengatakan bahwa peningkatan kinerja pertanian dapat dilihat melalui networking, productivity, controling, sinergitas.

Menurutnya, keberadaan dan kehadiran penyuluh pertanian sangat dibutuhkan terkait tiga isu strategis pembangunan pertanian yaitu food estate, korporasi petani dan lumbung pangan dunia.

“Penyuluh merupakan guru, obor dan problem solver,” ujar Entang.

Selain itu, syarat mutlak yang harus dimiliki penyuluh pertanian agar dapat meningkatkan produktivitas pertanian diantaranya niat, tekad dan komitmen.

“Penyuluh pertanian harus memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang pertanian dan juga metode dalam penerapan di lapangan,” tutup Entang. (HVY/NF)