Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa program SIMURP (Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation) memberikan banyak manfaat untuk petani dan penyuluh. “SIMURP mengajarkan banyak hal kepada petani. Khususnya bagaimana melakukan pertanian pintar dalam menghadapi perubahkan iklim. Termasuk bagaimana cara mengantisipasi dan menangani penyakit tanaman,” tutur Mentan SYL.

Hal ini juga disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Nursyamsi saat menghadiri penyuluhan TOT CSA di Jawa Barat. “Tujuan dari SIMURP adalah untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, khususnya yang berada di sekitar daerah irigasi disekitar lokasi SIMURP,” sebutnya.

Oleh karena itu, Dedi memiliki harapan besar untuk penyuluh yang berada di Jawa Barat agar segera dapat mengimplementasikan ilmu yang sudah di dapat dalam kegiatan ToT CSA SIMURP.

Dalam kegiatan ini juga para penyuluh yang diikuti 52 peserta, dibekali ilmu tentang cara pencegahan dan penanganan penyakit pada tanaman sedini mungkin. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Kementan Leli Nuryati.

“Caranya dengan menggunakan aplikasi agensia hayati. Aplikasi ini, diharapkan dapat menekan serangan penyakit pada tanaman padi dengan biaya produksi yang tidak terlalu tinggi. Selain itu, petani pun menjadi lebih mandiri dan tidak selalu menggunakan pestisida kimia,” ungkapnya.

Leli juga menyatakan dengan pengurangan pestisida kimia ini sejalan dengan prinsip CSA yang fokus untuk menjaga pertanian berkelanjutan. Hasilnya nanti, para petani akan menciptakan produk pangan unggulan yang bisa memberikan manfaat banyak untuk masyarakat luas. (NF)