Kegiatan Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) bertempat di Kabupaten Bone. Kegiatan evaluasi ini dihadiri oleh Akifah, SP., M.Si selaku Kabid. Penyuluhan Kabupaten Bone dan Kaharuddin, SP., MP sebagai koordinator pelaksana program SIMURP dari Polbangtan Gowa. 

SIMURP adalah proyek yang bersumber dari Loan Agreement antar Pemerintah Indonesia dengan World Bank (WB) dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) yang pengelolaannya ada pada lintas empat Kementerian dan Lembaga yaitu Bappenas, Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertanian. Tujuan Proyek SIMURP adalah optimalisasi dan modernisasi layanan sistem irigasi yang efektif, efisien dan berkelanjutan dengan target luas area seluas 276.000 hektar yang diharapkan dapat meningkatkan Intensitas Pertanaman (IP) Padi dari target 180% menjadi 200%.

Kementerian Pertanian (Kementan) telah merilis Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP). Proyek ini bersumber dari Loan Agreement antar Pemerintah Indonesia dengan World Bank (WB) dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Kementerian dan Lembaga yaitu Bappenas, Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertanian, merupakan empat kementerian dan lembaga yang dilibatkan dalam proyek ini.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Prof. Dedi Nursyamsi, adalah SIMURP merupakan proyek yang berbasis pada daerah irigasi dan daerah rawa. Tujuan simurp, untuk lebih meningkatkan Intensitas Pertanaman, meningkatkan pendapatan petani, serta mengurangi emisi gas rumah kaca.

“Sedangkan salah satu program utama Kementerian Pertanian untuk mewujudkan pembangunan pertanian adalah memperkuat peran Komando Strategis Pembangunan Pertanian atau Kostratani,” ucapnya.

Melalui Kostratani,BPP bisa mmengoptimalkan untuk menjadi pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, dan pusat pengembangan jejaring kemitraan.

Kabid Penyuluhan mengungkapkan bahwa tahapan kegiatan SIMURP di Kabupaten Bone saat ini adalah pelaksanaan Pelatihan Fasilitasi Climate Smart Agriculture (CSA) untuk petani yang akan berlangsung di 2 (dua) kecamatan yaitu Libureng dan Kahu, dimana kedua kecamatan ini termasuk wilayah irigasi pengairan sanrego.

“Pelatihan ini dilaksanakan sebanyak 3 (tiga) angkatan yang masing-masing angkatan terdiri dari 20 orang, sehingga diperoleh jumlah sasaran sebanyak 60 petani. Peserta berasal dari Desa Tappale dan Laburasseng” urai Harding, SP selaku Koord. BPP Libureng.

Kamaruddin sebagai seorang petani berharap agar distribusi pupuk dan pemanfaatan pupuk organik dapat dioptimalkan dikarenakan pupuk kimia selama ini tidak merata bahkan tidak tersedia di lapangan. “Selain itu, kami berharap pemanfaatan air dapat merata”,terangnya..

Kecamatan Kahu juga melaksanakan pelatihan Fasilutasi CSA yang diikuti oleh 60 petani yang berasal dari 4 (empat) desa,yaitu di Desa Bontopadang, Biru, Tompong Patu, dan Desa Sanrego. Materi yang akan disampaikan adalah CSA dan materi yang disesuaikan Dengan kebutuhan petani setempat.

Para petani mensnggapi dengan baik kegiatan pelatihan ini,karena materi yang disampaikan sangat bermanfaat bagi mereka. Setelah menyelesaikan tahap pelatihan, para petani akan segera menerapkan ilmu mereka di lahan pertanian mereka masing-masing.(RO/NF)