Para petani yang berada di Desa Jati Sari dan Desa Mekar Sari, Kecamatan Karang Agung Hilir, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, menggelar gerakan pengendalian hama babi secara alami di ladang pertanian yang mereka miliki.

Sebanyak 83 orang tergabung dalam program yang diinisiasi oleh Pengendali Organisme Penggangu Tumbuhan (POPT) setempat, dibantu oleh beberapa organisasi terkait dan PT TJN, perusahaan yang fokus pada tanaman sawit. Serta diikuti oleh beberapa petani dari Desa Jati Sari dan Mekar Sari yang sudah sangat resah dengan kehadiran hama babi di lahan pertanian mereka.

Gerakan pengendalian ini dilakukan dengan cara alami menggunakan jaring dan lapon. Hasilnya bahkan tidak main-main, sebanyak 71 ekor hama babi dapat ditangkap dan dilakukan tindakan lebih lanjut.

Karang Agung Ilir merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Banyuasin yang mendapatkan kegiatan SIMURP (Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project) dari Kementan tahun 2020.

Nantinya, para petani di daerah ini akan diberikan pembekalan tentang kegiatan pertanian cerdas iklim (CSA) untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian mereka. Pembasmian hama babi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan hasil pertanian di daerah Karang Agung Ilir yang mayoritas petaninya adalah petani jagung.

Kepala Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDSMP), Dedi Nursyamsi mengatakan. semua petugas fungsional yang berada di lingkungan Kementan (penyuluh, POPT, Dll) kiranya dapat bahu membahu membantu petani untuk memaksimalkan hasil pertanian yang ada di berbagai daerah.

“Semua insan pertanuan harus bahu-membahu melakukan upaya-upaya maksimal untuk menjaga dan memproduksi pangan nasionak melalui Konstratani,” katanya.

Hal ini juga seiring dengan program kerja pemerintah pusat untuk membangun sektor pertanian menjadi lebih modern, dan bisa mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri yang akhir-akhir ini sering disebut dengan istilah food estate. (RO/NF)