Kementerian Pertanian terus berupaya menggenjot peningkatan produksi dan produktivitas guna memenuhi kebutuhan pangan nasional dan menjaga ketersediaan stok pangan. Selain melalui program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) juga dilakukan Optimalisasi Peningkatan Indeks Pertanaman (OPIP).

Program PATB dan OPIP sebagai upaya melaksanakan amanah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk memperluas areal tanam, terutama menyasar lahan yang belum pernah ditanami tanaman pangan dan peningkatan IP.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, bahwa anomali perubahan iklim, terjadinya beberapa bencana alam di Indonesia, serta penyebaran penyakit Covid-19 perlu menjadi perhatian serius dan ditetapkan strategi mitigasi agar tidak berdampak terhadap penyediaan pangan nasional.

“Dalam situasi ini, 267 juta jiwa masyarakat harus dapat dijamin pemenuhan kebutuhan pangannya. Untuk itu, Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah wajib mengetahui kebutuhan dan ketersediaan pangan pokok di daerah masing-masing, serta melakukan langkah tepat jika ada masalah”, ujar SYL.

Sejalan dengan itu, Kepala Badan PPSDMP, Dedi Nuryamsi mengatakan agar tidak terjadi krisis pangan, sektor pertanian tidak boleh berhenti. Pangan harus selalu ada. Pertanian harus selalu ada, petani harus tetap bekerja, penyuluh dan insan pertanian harus selalu bekerja.

Ada beberapa langkah yang bisa diambil agar pangan tidak mengalami krisis. Diantaranya dengan penyesuaian protokol produksi bahan baku, olahan pangan bagi jaminan kualitas, keamanan pangan dan memperluas areal tanam, ujar Dedi.

Lebih lanjut Dedi menjelaskan bahwa Program PATB ini bertujuan untuk peningkatan produksi padi dengan memanfaatkan lahan baru yang belum pernah ditanami tanaman pangan. Pada tahun 2020, Program PATB dilaksanakan di 250.000 hektar yang tersebar di 24 provinsi.

“Persyaratan lokasi dalam program PATB adalah lahan kering, tadah hujan dan lahan rawa yang belum masuk dalam sasaran tanam 2020, lahan yang belum/tidak pernah ditanami padi minimal satu tahun terakhir, lahan hutan perhutani, inhutani, hutan rakyat dan perhutanan sosial termasuk lahan bekas tambang yang sudah direklamasi”, jelasnya.

Selain itu tersedia sumber air yang dapat dimanfaatkan dengan dan tanpa fasilitas sumur bor serta siap ditanami pada Bulan September 2020. Untuk mengawal program tersebut, Kementan mengalokasikan kebutuhan pupuk non subsidi sebesar 62.500 ton serta menyediakan pompa air dan sarana produksi lainnya. Sedangkan Program OPIP merupakan upaya peningkatan produktivitas dengan peningkatan Indeks Pertanaman Padi (IP) menjadi 400. Lahan potensial untuk pelaksanaan program ini adalah lahan sawah dengan IP 200 atau 300 dan tersedia air irigasi selama 11 bulan, bukan daerah endemic hama penyakit serta diupayakan lokasinya satu hamparan yang waktu tanamnya serempak, jelas Dedi.

Menindaklanjuti hal itu, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Leli Nuryati telah meninjau langsung lokasi Program PATB dan OPIP untuk memastikan keamanan stok beras pada Rabu (17/03/2021). Ketua Peradi Soetarto Alimoeso dan Hasil Sembiring selaku perwakilan IRRI turut hadir dalam kunjungan tersebut.

Leli memberikan motivasi kepada para Penyuluh Pertanian agar tetap bersemangat dan optimal dalam mengawal kegiatan program utama Kementerian Pertanian dan program lainnya terutama yang mendukung tersedianya stok pangan bagi masyarakat di Indonesia.

Lebih lanjut Leli menjelaskan bahwa, lahan PATB tersebut pada awalnya merupakan lahan tadah hujan yang hanya ditanami oleh tanaman jagung dan sesekali ditanami padi dengan periode tanam satu kali dalam setahun. Dengan program PATB, diharapkan lahan dapat ditanami padi dengan IP bisa meningkat menjadi IP 200, karena mendapat fasilitas bantuan sumur dan pompa air.

Kecamatan Carita merupakan salah satu lokasi PATB dengan luas areal tanam baru 165 hektar di wilayah 4 desa. Lahan tersebut pada awalnya merupakan lahan bera yang tidak dimanfaatkan oleh masyarakat, namun dengan program PATB ini, maka pada awal November 2020 mulai ditanami padi dengan varietas Inpari 42, dan diperkirakan panen pada minggu ke tiga Bulan Maret dengan kisaran produktivitas 2 ton/ha, sehingga diperkirakan akan tersedia tambahan stok pangan sebesar 330 ton. Sedangkan lokasi OPIP ada di Kecamatan Bayah yang merupakan salah satu lokasi percontohan peningkatan IP, yang semula IP 300 akan ditingkatkan menjadi IP 400.

Diharapkan dengan adanya program PATB dan OPIP, para petani dan penyuluh pertanian dapat menanam padi di lahan yang tadinya tidak bisa dimanfaatkan serta bisa menanam padi lebih dari 2 atau 3 kali dalam setahun sehingga dapat meningkatkan produksi dan pendapatannya guna terwujudnya upaya ketahanan pangan nasional, tutup Leli. (HVY/NF)