Penyuluh pertanian di masa kini ini dalam mendampingi pertani harus membekali diri dengan teknologi dan harus mampu menerapkannya. Pemanfaatan digitalisasi teknologi harus dapat diadaptasi secara cepat dan tepat sebagai penopang utama kebutuhan pangan dan perekonomian negara.

Dalam berbagai kesempatan Menteri pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan, sejauh ini sektor pertanian merupakan sektor penting yang mampu menopang perbaikan ekonomi nasional akibat krisis pandemi Covid-19 berkepanjangan.

Pertumbuhan pertanian di kuartal III mencapai 2,15 persen. Bahkan pada kuartal I dan II sektor pertanian cenderung menunjukan hasil positif.

“Capaian ini masih bisa terus terjadi. Untuk itu saya sedang berusaha agar di tahun 2021 semua pertanian sudah menggunakan cara yang modern dalam mendobrak produktivitas”, ujar SYL.

Sejalan dengan itu, Kepala Badan PPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi 4.0 dan inovasi teknologi harus diterapkan di pertanian.

Baca Juga : Masuki Masa Panen Raya, Kementan Pastikan Stok Beras Aman

“Karena inovasi teknologi bisa mengatasi masalah ruang dan waktu, bisa meningkatkan efisiensi penyuluh. Dan tentunya turut meningkatkan kemampuan sdm. Hal ini penting, karena sdm adalah pengungkit nomor satu untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” katanya.

Dengan keterlibatan langsung petani dari hulu hingga hilir bisnis, petanilah yang menentukan arah dan tujuannya. Selain menjadikan petani berpikir bisnis dalam usahanya, diharapkan akan ada peningkatan kapasitas produksi, mendorong keinginan untuk ekspor, hingga tercapainya tujuan utama yakni kesejahteraan petani.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pertanian terus berupaya mengembangkan kawasan pertanian 4.0. yang salah satunya berlokasi di Kampung Cijerokasi, Desa Cibodas, Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat dan merupakan calon lokasi major project korporasi petani.

Lokasi ini didatangi langsung oleh Tim Pusat Penyuluhan Pertanian, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, BPTP Provinsi Jawa Barat, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bandung Barat, BPP Kecamatan Lembang serta Kelompok Tani Agronative Desa Cibodas, Lembang, Kab Bandung Barat, Sabtu (13/03/2021).

Kepala BPTP Provinsi Jabar, Wiratno menyatakan kesiapannya untuk mensukseskan kegiatan tersebut dan sangat optimis bahwa petani dapat belajar teknologi pertanian dengan cepat melalui pendampingan penyuluh pertanian di lapangan.

“BPTP sebagai wadah yang menampung semua teknologi pertanian, maka kita akan gali apa yang dapat kita bantu disini, supaya teknologinya tepat dan spesifik”, ujar Wiratno.

Mang Ade selaku perwakilan kelompok tani Agronative menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Kementan untuk bersama-sama membangun pertanian di wilayahnya. Poktan yang beranggotakan 59 anggota telah memahami pentingnya modernisasi pertanian berbasis teknologi.

“Alhamdulillah Mang Ade disini memang ingin mengarah ke smart farming, biar nyangkul gak pakai cangkul lagi, pengairannya otomatis, petani melek teknologi. Impian besar yang ingin dicapainya supaya buruh tani ga selamanya jadi buruh tani, tapi jadi petani”. (HVY/NF)