Sektor pertanian menjadi satu-satunya sektor yang tumbuh positif selama pandemi Covid-19 dan secara keseluruhan sektor pertanian tumbuh menjadi 1,75%. Kontribusi pertanian dalam PDB juga tumbuh positif dan naik secara signifikan, sedangkan sektor yang lain relatif turun.

Distribusi tenaga kerja untuk pertanian secara keseluruhan naik dari 27,53% di tahun 2019 menjadi 29,76% pada tahun 2020. Penyebabnya bisa jadi karena ada beberapa orang yang terdampak pandemi bermigrasi dari perkotaan ke kampung dan melakukan pekerjaan di pertanian.

Baca Juga :

Perdana ! Mentan, Mendag, dan Menteri BUMN Panen Raya di Kabupaten Gresik

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa bekerja di sektor pertanian menjadi pekerjaan pilihan utama masyarakat selama masa pandemi Covid-19. Data jumlah tenaga kerja sektor pertanian meningkat sebanyak 2,23% selama pandemi Covid-19.

“Hal ini dapat terlihat dari jumlah tenaga kerja sektor pertanian yang meningkat menjadi 2,23% dibandingkan tahun sebelumnya”, ujar SYL.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi pada acara Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian (MSPP) Vol. 8 pada Jum’at 12 Maret 2021 kembali memberikan semangat kepada penyuluh pertanian untuk terus mendampingi petani di lapangan walaupun kondisi saat ini masih pandemi.

Tugas para penyuluh, peneliti dan pelaksana lapangan tujuannya sama yaitu bagaimana menjaga produksi agar tidak menurun dan selalu setiap saat bersama-sama meningkatkan produktivitas serta ikut bersama-sama berupaya mensejahterakan petani.

Dedi menegaskan kembali, “Penyuluh meningkatkan produktivitas itu belum cukup, tapi penyuluh juga harus meningkatkan kesejahteraan petani”.

Selain itu, penyuluh juga harus mampu mendorong bagaimana produk-produk pertanian bisa terjual dengan harga yang menguntungkan bagi petani, dengan harga yang mampu menggairahkan petani dan harga yang membuat petani semakin semangat untuk terus berproduksi.

Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan ada beberapa faktor yang mendorong peningkatan produksi pertanian diantaranya revolusi industri 4.0, pertanian digital, Kostratani-AWR, revitalisasi penyuluh dan mekanisasi pertanian.

Sedangkan menurut pengamat penyuluhan pertanian, Rusman Heriawan, selaku narasumber pada kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan mengalami pertumbuhan ekenomi di tahun 2020 menjadi sebesar 1,75%.

“Kontribusi dalam PDB di tahun 2019 sebanyak 12,71% dan di tahun 2020 mengalami pertumbuhan menjadi 13,70%.
Untuk itu pertanian berjaya selama pandemi Covid-19 karena para petani bergairah untuk terus menanam hasil pertanian,” ungkapnya.

Struktur ekspor nonmigas juga mengalami pertumbuhan. Pada tahun 2019 struktur ekspor nonmigas sebesar 17,69% dan pada tahun 2020 menjadi 19,99% dengan keterangan ekspor pertanian mencakup komoditas pertanian dan agroindustri.

Rusman juga mengingatkan, bahwa Kementerian Pertanian memiliki Balibangtan, BPPSDMP dan Ditjen Teknis Pertanian yang saling bersinergi untuk memajukan pertanian Indonesia. Untuk itu diperlukan kerjasama yang kuat antara penyuluh dan peneliti untuk berkolaborasi melalui diseminasi teknologi dan inovasi pertanian. (HVY/NF)