Sumatera Selatan, Mekraf.id – Demi menjaga produktivitas pertanian di Kecamatan Karang Agung Ilir Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kementerian Pertanian bersama penyuluh di Banyuasin melakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama yang merupakan salah satu wilayah kerja project SIMURP.

Gerakan pengendalian ini adalah respons atas laporan warga Desa Majuria kepada petugas Kementan terkait serangan OPT (organisme pengganggu tanaman) wereng batang coklat (WBC) di Kecamatan Karang Agung Ilir, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan petani harus mengantisipasi hal yang bisa mengganggu lahannya.

“Serangan hama ini sangat berbahaya jika tidak diantisipasi sejak awal. Petani harus mengentisipasinya, salah satunya melalui gerdal,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi.

Baca Juga : 

Kementan Perluas Tanam Padi di Lahan Perkebunan Cianjur

“Diperlukan tindakan cepat dan tepat untuk menanggulangi serangan tersebut dengan cara Gerdal (gerakan pengendalian). Petani dan penyuluh harus sama-sama turun untuk mengatasinya,” ujarnya.

Kegiatan Gerdal diinisisasi oleh petugas Kementan yang diwakili oleh POPT-PHP bersama penyuluh Desa Sri Agung, Penyuluh Desa Sumber Rejeki, Penyuluh Desa Karang Sari, dan Penyuluh Jati Sari. Gerdal yang dilakukan, Sabtu (11/02/2021), dilaksanakan di lahan Bapak Kuatman anggota poktan Mekar Jaya Desa Majuria.

Kegiatan Gerdal dilakukan dengan mengidentifikasi tanaman yang terserang WBC cukup parah. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan penyemprotan menggunakan insektisida berbahan aktif buprofezin yang direkomendasikan langsung oleh Kementan.

Kegiatan penyemprotan dilaksanakan secara bersama sama oleh para petani di sekitar area yang terkena serangan WBC.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan lahan yang terserang OPT WBC dapat teratasi dan tidak menyebar luas ke area yang lain. Sehingga  tidak mengurangi produktivitas hasil panen. (EFR/NF)