Sumba Timur, Mekraf.id – Populasi belalang kembara kembali meningkat di Nusa Tenggara Timur. Walaupun belalang bukan merupakan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) utama tanaman pangan secara nasional, namun tidak berlaku bagi Provinsi Nusa Tenggara Timur yang merupakan daerah endemis hama ini. Oleh sebab itu, khususnya Kabupaten Sumba Timur yang mengalami serangan hama belalang kembara pada tahun 2020, terus meningkatkan kewaspadaannya di awal tahun 2021 ini.

Kepala UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Gabriel Gara Beni, mengungkapkan bahwa belalang kembara mulai menyerang komoditas tanaman pangan di beberapa kecamatan di Kabupaten Sumba Timur.  “Musim kemarau, produksi telur hama belalang kembara kian meningkat. Telur-telur ini diperkirakan sudah menetas sebelum musim hujan tiba. Dengan curah hujan yang tinggi dalam beberapa bulan terakhir, serangan hama belalang kembara juga ikut meningkat. Mengingat ketersediaan makanan tercukupi, hama belalang kembara, terutama pada stadia imago aktif membentuk koloni dan mulai menyerang tanaman yang ada”, ujar Gabriel.

Baca Juga :

Kuartal IV 2020 Permintaan Buah dan Sayur Tinggi, Subsektor Hortikultura Tumbuh Positif 7,85 Persen

Selain faktor curah hujan, faktor lain yang mendukung perkembangan belalang kembara yaitu keadaan vegetasi di wilayah tersebut. Wilayah yang memiliki hutan sekunder atau padang ilalang (savana) seperti Kalimantan dan NTT cenderung serangannya tinggi. Sebaran serangan belalang kembara sudah terdeteksi di sebagian besar wilayah Kabupaten Sumba Timur.

Koordinator Pengendali OPT Kabupaten Sumba Timur, Yusup, juga menambahkan bahwa hama belalang kembara terpantau sudah menyerang beberapa areal pertanaman.  “Hama belalang juga terpantau di padang rumput dekat areal pertanaman di beberapa desa di Kecamatan Pandawai, Kanatang, Tabundung, Rindi, Waingapu, Pahunga Lodu, Lewa, Kahungu Eti, Pinupahar, Haharu, dan Kambata Mapambuhang. Kami juga sudah melakukan gerakan pendendalian (gerdal) secara rutin setiap harinya”, ungkapnya.

Upaya untuk menekan perkembangan dan penyebaran belalang kembara terus dilakukan oleh kelompok tani dengan didampingi oleh petugas POPT, Brigade Proteksi Tanaman dan BPTPH secara intensif di lahan pertanian setempat. Penyemprotan menggunakan insektisida sudah mulai dilakukan sejak awal tahun 2021. Penyemprotan tidak hanya dilakukan di areal serangan tetapi juga dilakukan di padang rumput yang merupakan habitat awal dari belalang kembara.

Gerdal belalang kembara tahun ini dilakukan mulai dari hari Selasa tanggal 05 Januari 2021 dan sejauh ini sudah mencapai 680 titik pengendalian. Ini merupakan program lanjutan dari tahun 2020 yang pengendaliannya mencapai 2.634 titik lokasi. “Jumlah belalang kembara yang mati setelah gerdal sangat banyak, namun jumlah populasinya masih cukup tinggi. Jadi kami terus melakukan gerdal secara intensif agar dapat menyelamatkan pertanaman yang ada”, imbuh Yusup.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan) memberi dukungan penuh atas aksi pengendalian yang dilakukan tersebut. Kementan juga terus berkoordinasi dengan pihak UPTD BPTPH NTT untuk tetap melakukan gerdal yang serentak dan konsisten.

Dihubungi terpisah di Jakarta, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Edy Purnawan, menjelaskan,”Untuk mengatasi serangan hama belalang kembara pada tanaman jagung khususnya, Kementan akan mengawal berbagai upaya pengendalian hama secara terpadu. Gerdal akan dilakukan secara serentak dan konsisten setiap harinya di puluhan titik lokasi. Kami harap setiap langkah yang dilakukan untuk mengendalikan populasi hama belalang kembara dapat berjalan secara berkelanjutan untuk mengamankan produksi pangan di NTT khususnya dan Indonesia pada umumnya.”

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi. Ia meminta petugas lapangan POPT, penyuluh lapangan, dan lembaga terkait untuk terus mendampingi petani dalam mengawal pertanaman jagung sampai panen dengan aman.  “Sesuai dengan amanah yang diberikan Menteri Pertanian untuk tetap melakukan pengawalan pertanaman dalam kondisi apapun. Gunakan pengendalian yang efektif dan efisien. Kementan siap membantu menyediakan kebutuhan sarana pengendalian hama belalang kembara sebagai upaya memaksimalkan pengamanan produksi pangan”, ujar Suwandi.

Suwandi juga menambahkan bahwa Mentan SYL mengarahkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat di tengah gerakan pengendalian yang semakin gencar. “Situasi pandemi ini tidak menjadi batasan dalam mencegah eksplosi hama belalang kembara di Provinsi NTT,” ujarnya