Jakarta, Mekraf.id – Ahmad Fahrizal Petani asal Jakarta Selatan yang meraih omzet puluhan juta lewat alpukat cipedak khas Jakarta. Fahrizal awalnya menekuni bisnis sebagai petani muda karena basic awal ialah seorang petani dan beliau memang lulusan sekolah pertanian. Ditahun 2007 Fahrizal mengemban tugas menjadi seorang penyuluh di DKI Jakarta.

“Alih menjadi seorang petani memang hobi dan memandang pertanian tidak puas kalau belum mencobanya” Ungkap Fahrizal

Fahrizal awalnya bergerak di pertanian sayuran dan mulai memasarkan ke minimarket daerah jakarta, tidak disangka responnya cukup bagus sehingga membuat ia lebih bersemangat, seiringnya waktu ditahun 2014 Fahrizal dikenalkan dengan tanaman alpuka cipedak dari situlah ia melihat bahwa ada peluang besar terhadap alpukat tersebut, alasan Fahrizal memilih tanaman alpukat dari pada tanaman yang lain, karena alpukat adalah tanaman khas Jakarta dan wajib dilestarikan keberadaannya serta nilai ekonomisnya tinggi dari sinilah Fahrizal  mulai memasarkakan mulai dari pekebun, komunitas atau bahkan masyarakat.

“Kenapa milih komuditas alpukat dibanding tanaman lain adalah yang pertama ini adalah pohon khas Jakarta jadi kita wajib lestarikan keberadaannya, yang kedua alpukat ini nilai ekonomisnya tinggi, banyak pekebun yang mulai beralih ke pembibitan tanaman alpukat” Ungkap Fahrizal

dengan adanya wabah corona seperti ini Fahrizal sangat bersemangat karena bukan semakin sedikit permintaan bibit justru semakin banyak dari biasanya, hingga setiap pekebun harus memenuhi kebutuhan bibitnya mulai dari 1000 sampai 3000 pohon dan produksi juga semakin meningkat hingga 1000-3000 pohon perbulan, dalam menjalani profesinya menjadi petani tidak ada halangan bagi Fahrizal meski mempunyai lahan yang kecil dan bukan lahan milik pribadi, namun Fahrizal bersyukur dapat mencukupi kebutuahan keluarga dan masyarakat sekitar. 

Suka duka Fahrizal menjadi pembibit awal yaitu saat memulai, karena memulai ialah langkah terberat yang dirasakannya, namun dari situlah motivasi dalam diri Fahrizal mulai muncul. Fahrizal berharap ingin mengajak generasi milenial untuk terjun langsung dalam bidang pertanian bukan hanya saat pandemi saja, namun ikut serta dalam menciptakan kesejahteraan petani di Indonesia.